Kamis, 22 November 2018

Alasan Korsel Larang 20 Ribu Mobil BMW Digunakan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo BMW pada mobil BMW sebelum rapat umum dari BMW Group di Munich, Jerman Selatan, Kamis (14/5). AP Photo/Matthias Schrader

    Logo BMW pada mobil BMW sebelum rapat umum dari BMW Group di Munich, Jerman Selatan, Kamis (14/5). AP Photo/Matthias Schrader

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Selatan akan melarang penggunaan sekitar 20.000 mobil BMW dari jalanan negara itu setelah serangkaian peristiwa terbakarnya mesin mobil dari pabrikan otomotif Jerman ini.

    Tercatat ada 27 mesin BMW yang terbakar antara Januari-Juli 2018. BMW Korea Selatan (Korsel) juga bakal menarik kembali 106.000 kendaraan dieselnya, termasuk seri 520d, mulai 20 Agustus 2018.

    Baca: GIIAS 2018: BMW Motorrad Jual 20 Unit, BMW R nine T Terlaris

    "Saya meminta pengguna mobil BMW untuk bekerja sama demi mencegah kecelakaan yang lebih besar meski ini tidak nyaman," ujar Menteri Transportasi Korsel Kim Hyun-mee dalam sebuah konferensi pers seperti dilansir Reuters, Selasa (14/8/2018).

    Pelarangan ini akan berlaku efektif sejak 15 Agustus 2018. Para pemilik mobil juga bisa meminta dilakukan pemeriksaan atas keamanan mobil mereka. 

    BMW menyampaikan terbakarnya mesin disebabkan oleh cacat di sistem pembuangan mobil. Pemerintah Korsel juga sedang melakukan penyelidikan terpisah untuk mengetahui penyebabnya dan akan melakukan langkah hukum jika diperlukan.

    Baca: BMW M2 Coup Dirilis di GIIAS 2018, Simak Teknologi dan Harganya

    Hal ini menjadi pukulan bagi BMW, yang menjadi merek mobil impor terbesar kedua di Korsel setelah Mercedes. Tahun lalu, penjualan BMW di Negeri Ginseng tercatat sebanyak 59.624 unit.

    BISNIS


  • BMW
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.