DFSK Tawarkan Servis Mobil Gratis Selama Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • DFSK Glory 580 di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    DFSK Glory 580 di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Sokonindo Automobile menawarkan program menarik dalam rangka menyambut pesta olahraga Asian Games ke 18 yang diselenggarakan di Indonesia. Program itu adalah Welcoming Asian Games, DFSK Customer Care Project.

    Managing Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile Franz Wang mengatakan bahwa program khusus menyambut Asian Games 2018 ini diselenggarakan di semua jaringan dealer resmi DFSK selama 1 bulan penuh, mulai 10 Agustus hingga 10 September 2018.

    Baca: Juni 2018 Penjualan DFSK Glory 580 Salip Nissan X-Trail

    "Program sebagai salah satu bentuk apresiasi kami terhadap konsumen yang telah mempercayakan Glory 580 sebagai transportasi handal keseharian mereka. Dan ini juga sebagai wujud tanggung jawab kami terhadap konsumen DFSK," kata Franz Wang dalam siaran pers yang diterima Tempo, Minggu, 19 Agustus 2018.                                                                                                                                         

    Franz Wang menjelaskan bahwa program Welcoming Asian Games, DFSK Customer Care Project meliputi aktivitas layanan produk bagi pengguna 7-seats City SUV Glory 580. Pertama adalah gratis Kartu E-Tol senilai Rp 600 ribu, hanya dengan mengisi formulis kepuasan produk saat di dealer. Kedua adalah layanan gratis atau bebas biaya untuk pemeriksaan kendaraan di workshop untuk 40 item pemeriksaan. 

    Baca: 465 Pengunjung GIIAS 2018 Jajal DFSK Glory 580

    “Kami menginginkan konsumen DFSK tetap merasa nyaman dan aman saat menggunakan kendaraannya, terutama di momen yang bertepatan dengan gelaran Asian Games 2018,” ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.