Kamis, 18 Oktober 2018

MotoGP: Cerita Dimas Ekky Menimba Ilmu dari Hafizh Syahrin

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dimas Ekky Pratama saat beraksi diatas motornya dalam kejuaraan CEV Moto2. Dok AHM

    Dimas Ekky Pratama saat beraksi diatas motornya dalam kejuaraan CEV Moto2. Dok AHM

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap muda Indonesia yang berlaga di balap motor CEV Moto2 Dimas Ekky Pratama ternyata bersahabat dekat dengan pembalap MotoGP asal Malaysia, Hafizh Syahrin. Keduanya sering beraktivitas bersama, mulai dari olahraga, makan, atau sekadar ngopi sambil ngobrol.

    Nah, di sela-sela aktivitas bareng inilah Dimas mengaku banyak menimba ilmu dari Hafizh. "Diskusi soal trek, setting motor, ban, dan sebagainya," kata Dimas saat dijumpai Tempo di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2018), Sabtu, 11 Agustus 2018. "Di Barcelona kebetulan tinggalnya dekat, jadi lebih mudah untuk bertemu."

    Baca: Dapat Wildcard, Dimas Ekky Ikut Balap GP Moto2 Catalunya

    Bagi Dimas, diskusi dengan pembalap MotoGP yang memiliki pengalaman lebih matang sangat penting dalam menghadapi balapan. "Ya intinya banyak menimba ilmu dari pembalap yang lebih berpengalaman," ujarnya.

    Dimas Ekky merupakan pembalap muda Indonesia yang bernaung di bawah bendera Astra Honda Racing Team. Musim ini, ia bertarung di balap motor CEV Moto2 European Championship.

    Baca: Perbandingan Debut Dimas Ekky di Grand Prix Moto2 2017 dan 2018

    Saat ini, Dimas Ekky berada di peringkat ke-6 klasmen sementara dengan 57 poin, terpaut 94 poin dari peringkat pertama yang diduduki oleh Jesko Raffin (Swiss).

    Dimas Ekky mengaku masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi klasmen di tiga sisa seri CEV Moto2 European Championship yang akan diselenggarakan pada September, Oktober, dan November 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.