Kisah Stephen Langitan Touring Jakarta-London, Habis Rp 250 Juta

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyambutan kepulangan Stephen Langitan di Kantor Kawasaki, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis, 23 Agustus 2018

    Penyambutan kepulangan Stephen Langitan di Kantor Kawasaki, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis, 23 Agustus 2018

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepulangan Stephen Langitan ke Indonesia disambut PT Kawasaki Motor Indonesia yang melakukan solo touring dari Jakarta ke London. Perjalanan dimulai sejak 25 Maret 2018 dan diakhiri di London pada tanggal 17 Agustus 2018 sekaligus mengikuti upacara di KBRI London. Stephen mengatakan, ongkos touring Jakarta ke London ini menghabiskan Rp 250 juta.

    Menurut dia, uang Rp 250 juta ini digunakan untuk kebutuhan selama perjalanan menuju London. Seperti penginapan, makan, biaya perawatan motor, dan bensin. "Biaya tersebut sudah saya tekan seirit mungkin agar tidak boros," katanya di Kantor Kawasaki, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis, 23 Agustus 2018.

    Ia melanjutkan dalam sehari pernah melakukan perjalanan sejauh 600 kilometer untuk menekan pengeluaran. Dia juga bawa tenda untuk camping untuk mengirit pengeluaran tapi belum sempat ia gelar.

    Baca: Stephen Langitan Naik Kawasaki Versys dari Jakarta ke London

    Perjalanan Stephen dimulai dengan menyebrang ke Sumatera dilanjut menyeberang ke Malaysia dan melintasi benua untuk sampai ke London. Negara-negara yang ia lewati selama perjalanan menuju London diantaranya Malaysia, Thailand, Myanmar, India, Nepal, Pakistan, Iran, Turki, Yunani, Itali, Vatikan, Monako, Spanyol, Andorra, Perancis, Swiss, Austria, Jerman, Belanda, Belgia, dan Inggris.

    Sebelum keberangkatan, KMI memberikan motor Versys 250 Tourer yang dirasa cocok untuk Stephen melintasi segala rintangan di jalan berbagai negara. Mulai dari jalan aspal, jalan berbatu, hingga jalan berpasir.

    Pengalaman menegangkan dari perjalanan ini, kata Stephen, saat ia melewati gurun pasir di Iran. Saat itu terjadi badai gurun yang sangat mengganggu perjalanan, sehingga ia harus memacu motor sekencang mungkin agar tidak terbawa angin dan tertimbun oleh rumput. Badai gurun yang harus dilewati Stephen di Iran ini jaraknya mencapai ratusan kilometer.

    Untuk kendala, menurut dia, ada pada setiap perbatasan negara dan masalah cuaca. "Yang penting ikuti proses, ikuti aturan, sabar, dan konsentrasi maka semua permasalahan akan selesai dan semua bisa dilewati," katanya.

    Baca: Naked Kawasaki Ninja 400 Segera Keluar, Akankah Lahir Z250 Baru?

    Sedangkan pada motor, ia tidak mengalami masalah besar. Hanya saja ia pernah terjatuh di Pakistan karena sedikit mengantuk. Untungnya, ia tidak mengalami luka kaki yang serius karena ia memasang crash bar sepanjang fairing Versys 250. Hebatnya, stang motor Versys 250 ini tidak bengkok dan spion juga tidak pecah.

    Ketika mampir di Kawasaki Thailand dan India, mekanik dealer resmi di sana mengatakan kepada Stephen bahwa kampas rem masih sangat tebal dan belum perlu diganti. Akhirnya ia melanjutkan perjalanan dan baru mengganti kampas rem depannya saat tiba di Iran setelah melewati perjalanan sejauh 15 ribu km.

    "Saya putuskan untuk ganti kampas meskipun menurut mekanik salah satu dealer resmi di sana kampasnya masih layak dan belum perlu diganti. Saya khawatir karena perjalanan saya saat itu sudah melewati tiga negara," ujar dia.

    Baca: Motor Adventure Benelli Punya Kelebihan Lawan Kawasaki Versys

    Mekanik di Athena juga mengatakan hal serupa saat kilo meter menunjukkan angka 20 ribu. Mekanik tersebut menjelaskan bahwa seharusnya kampas rem yang Stephen pakai sampai Iran jangan diganti dulu karena masih bisa dipakai sampai Athena.

    Stephen menjelaskan, untuk melakukan perjalanan ini, ia harus menyiapkan 3 dokumen penting. Pertama, passport untuk bisa masuk ke setiap negara yang dilewati, kedua, SIM International yang diurus di kantor polisi MT Haryono Jakarta dengan biaya administrasi Rp 300 ribu, dan ketiga, Carnet de Passangers en duoane sebagai dokumen untuk Versys agar bisa masuk tiap Negara.

    Carnet ini harus diurus di IMI atau Ikatan Motor Indonesia. Untuk informasi lengkapnya di website IMI. Selain tiga dokumen itu, ia juga menyiapkan lima visa, yaitu visa India, Pakistan, Iran, Schengen, dan Inggris. Selebihnya ia menggunakan Visa on Arrival.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.