Begini Cara Toyota Mengenalkan Dunia Industri ke Pelajar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perakitan akhir mobil di Pabrik Karawang Plant II, PT Toyota Motor Manufacturing, Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016.

    Perakitan akhir mobil di Pabrik Karawang Plant II, PT Toyota Motor Manufacturing, Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibilty berupa program Kelas Budaya Industri yang melibatkan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota Astra Motor (TAM) bersama Yayasan Toyota Astra (YTA) diresmikan di SMK Tunas Harapan Pati, Jumat 24 Agustus 2018.

    Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono mengatakan program Kelas Budaya Industri tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperkaya keterampilan lulusan SMK, sehingga lebih mudah terserap dengan baik di dunia usaha. "Kegiatan ini salah satu cara kita mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia industri. Supaya ada link and match," ujar Warih.

    Baca: Auto2000 Beri Promo Pembelian Merdeka dengan Bunga Rendah

    Menurutnya, tantangan dunia industri yang semakin kompetitif menuntut tersedianya SDM yang dapat beradaptasi dengan baik dalam aktifitas di lapangan kerja. Dia menyatakan pihaknya berusaha untuk mendukung geliat ekonomi Indonesia, salah satunya melalui pengenalan praktik-praktik di dalam industri.

    Dalam Kelas Budaya Industri, peserta akan menerima pengetahuan budaya industri sesuai kriteria kecakapan kerja yang menekankan mentalitas bekerja secara sistematis, efisien, dan efektif untuk membentuk lulusan siap kerja. Artinya, para siswa yang sudah mengikuti Kelas Budaya Industri diharapkan sudah jauh lebih siap untuk mengaplikasikan keterampilan teknis tertentu yang spesifik dengan jenis pekerjaan yang akan ditangani di dunia industri.

    Baca: Amankah Solar B20 Dipakai Innova Diesel, Ini Jawaban Toyota

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Toyota-Astra Motor Darmawan Widjadja berharap Kelas Budaya Industri tersebut dapat memberi dampak positif pada mutu keterampilan dan kemampuan para siswa SMK. "Dengan demikian, akan meningkatkan angka penyerapan lulusan SMK yang berkualitas yang dapat memenuhi kebutuhan tenaga terampil dalam industri otomotif yang terus berkembang," katanya.

    Nantinya, penanaman mentalitas kelas budaya industri akan dilakukan dengan mengintegrasikan secara konsisten wawasan budaya industri yang meliputi prinsip-prinsip 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin), keselamatan kerja, kerjasama kelompok, orientasi pada kualitas proses dan hasil kerja, kaizen atau penyempurnaan secara terus menerus, dan pemecahan masalah secara sistematis.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.