Alasan Membeli Mobil Mercedes-Benz Lebih Aman di Dealer Resmi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Booth Mercedes-Benz di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Booth Mercedes-Benz di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaMercedes-Benz Distributions Indonesia merupakan agen pemegang mereka mobil Mercedes-Benz di Indonesia. Sebagai APM resmi, MBDI menyediakan mobil-mobil yang memang dipasarkan di Indonesia.

    Department Manager Public Relations PT Mercedes-Benz Distributions Indonesia, Dennis Kadaruskan, mengatakan bahwa mobil Mercedes-Benz yang dijual di Indonesia telah disesuaikan dengan iklim tropis. Misalnya saja, pendingin mesin (engine cooler) dibuat lebih besar agar mesin tidak cepat panas.

    Baca: World Premiere Mercedes-Benz Vision EQ Silver Arrow

    "Hal ini berbeda dengan spesifikasi yang dipasarkan di Eropa dengan iklim lebih dingin," kata Dennis di Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018.

    Selanjutnya adalah dalam hal bahan bakar. Indonesia, lanjut dia, saat ini baru saja menerapkan standar Euro 4. Di luar negeri, banyak yang sudah menerapkan standar Euro 5 dan bahkan Euro 6.

    Tentunya standar Euro ini juga berlaku pada spesifikasi yang disesuaikan dengan negara di mana mobil tersebut dipasarkan. Sejumlah negara menyediakan bensin dengan RON minimal 98.

    Baca: Rem ABS Telah Berusia 40 Tahun, Pertama di Sedan Mercedes-Benz

    Di Indonesia, Dennis menyarankan untuk menggunakan bahan bakar dengan RON minimal 95. "Lebih bagus lagi pakai RON 98," katanya.

    MBDI, lanjut Dennis, melengkapi produknya dengan sejumlah fasilitas yang menguntungkan konsumen. Di antaranya adalah fasilitas garansi selama 3 tahun atau 100 ribu kilometer.

    Baca: Mercedes-Benz Seri Langka Seharga Rp 27 M Dicuri di Nurburgring

    Fasilitas ini yang tidak didapatkan konsumen pembeli Mercedes-Benz dari inportir umum. "Mobil yang dibeli di importir umum tetap dapat melakukan servis di bengkel resmi Mercedes-Benz di Indonesia tapi tidak mendapatkan fasilitas garansi," ujarnya.

    Konsumen dari IU, lanjut dia, harus mendaftarkan kendarannya terlebih dahulu. Pendaftaran ini tentunya memerlukan biaya tersendiri. Sedangkan untuk servis dikenakan biaya perawatan normal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.