Sulit Menjual Mobil Bekas Meski Sudah Beriklan, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bursa mobil bekas di bursa mobil WTC Mangga Dua, Jakarta.[TEMPO/ Panca Syurkani]

    Bursa mobil bekas di bursa mobil WTC Mangga Dua, Jakarta.[TEMPO/ Panca Syurkani]

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak mudah menjual mobil bekas karena ada kalanya mobil tidak kunjung terjual meski telah diiklankan. CEO perusahaan e-commerce khusus otomotif Garasi.id, Ardyanto Alam menyebut ada tiga faktor yang membuat mobil bekas sulit terjual.

    Salah satunya, merek memiliki pengaruh untuk menarik minat pembeli apalagi mereknya bukan banyak digunakan umumnya masyarakat Indonesia. "Kalau orang Indonesia itu (kebanyakan) masih sangat (fanatik) dengan merek tertentu ya," ujar Ardyanto di Jakarta, Kamis 30 Agustus 2018.

    Baca: 7 Tips Membeli Mobil Bekas agar Tak Kemahalan dan Kena Tipu

    Menurut Ardyanto, mobil-mobil bekas dengan merek yang tidak "mainstream" menjadi kurang dilirik oleh konsumen. Masyarakat Indonesia lebih lekat dengan merek-merek Jepang dan Eropa.

    Faktor lainnya, kata Ardy, banyak penjual mobil yang kerap mematok harga lebih tinggi dibanding dengan harga pasar. Bila hal itu yang terjadi, maka menjadi wajar bila mobil bekas yang dijual menjadi sulit laku.

    Terakhir, berhubungan dengan jarak kilometer yang sudah ditempuh mobil tersebut. Mobil dengan jumlah kilometer yang tinggi cenderung kurang diminati oleh pembeli. "Idealnya itu pemakaian setahun kilometer di bawah 15 ribu. Itu masih normal," kata dia.

    Baca: Suzuki Tawarkan Kredit Mobil Bekas Cicilan Rp 30 Ribu per Hari

    Selain tiga faktor yang telah disebutkan di atas, ada hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yakni kondisi teknis mobil bekas, termasuk kondisi mesin, tampilan eksterior dan juga interior. Semakin baik kondisi teknis mobil, maka kemungkinan mobil lekas terjual akan semakin besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.