Kamis, 22 November 2018

Cara Mengenali Ban Mobil yang Harus Pensiun

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ban mobil. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi ban mobil. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pemilik kendaraan roda empat belum memahami kelayakan ban mobil dan bahaya yang mengintai ketika menggunakan ban yang tidak layak. Sebagian pengemudi justru menunggu ban hingga botak baru kemudian menggantinya dengan yang baru.

    Rudy Novianto, Struktur Defensive Driving Sentul Driving Course, mengatakan standar keselamatan ban adalah batas dua milimeter dari alur ban. Jika kurang dari itu, kembangan tidak lagi aman digunakan karena berpotensi tidak mencengkeram erat ke aspal terutama saat hujan maupun melewati jalan basah. "Lebih dari dua milimeter sudah tidak safe lagi," katanya, Jumat, 31 Agustus 2018.

    Baca: Awas, Kerikil Menempel di Ban Mobil Bisa Akibatkan Kebocoran

    Selain itu, pemilik mobil harus rajin mengamati kondisi bannya apakah terdapat retak maupun bocel pada telapak ban maupun pinggiran ban. Ia mengatakan jika terdapat retakan atau bocel tandanya karet ban sudah keras. Tak hanya itu, kemampuan terhadap tekanan ban berkurang. Pemeriksaan ini juga bisa dilakukan saat membeli ban baru. "Karena penyimpanan yang tidak baik saat di toko juga mengakibatkan perubahan struktur kimia ban," ujarnya.

    Meski demikian, Rudi mengatakan ban sebenarnya memiliki usia yang panjang bahkan hingga delapan tahun masih bisa digunakan asalkan penyimpanan ban benar. Sehingga, kondisi ban tetap terjaga. "Lebih baik membeli ban di toko ban resmi yang terjamin. Kalau di pinggir jalan ada risikonya," katanya.

    Baca: Jangan Sepelekan Kerikil yang Menempel di Ban Mobil

    Bagi sebagian pengemudi lebih memilih ban vulkanisir untuk mengganti ban yang sudah tak layak. Menurut Rudi, sebenarnya proses retrading yang dilakukan produsen tidak beda jauh dengan proses vulkanisir atau vulkanisasi. Prosesnya mirip ban dipanasi dan mendapat tekanan tinggi. Kemudian bagian telapak ban terluar dikelupas diganti lapisan baru. Setelah itu, pabrik akan membuat motif baru. "Hanya, kalau vulkanisir prosesnya, apakah memang sesuai dengan proses pabrik dan kualitas lem masih dipertanyakan," ujarnya.

    Baca: Ban Mobil Cadangan Harus Siap Saat Darurat, Begini Merawatnya

    Rudi juga menyarankan pemilik mobil melakukan rotasi ban minimal 5.000 kilometer saat ganti oli atau 10 ribu kilometer saat servis untuk tetap menjaga kualitas ban. "Selain itu, tekanan angin rutin diperiksa bisa seminggu sekali atau dua minggu," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.