Kamis, 18 Oktober 2018

Pemerintah Ingin Gaet Inventasi Hyundai, Ada Keluhan Sewa Lahan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan mobil Hyundai terparkir, menunggu untuk diangkut menggunakan kapal. Kini pabrikan mobil asal Korsel tersebut, berhasil menembus pasar dunia. Ulsan, Korea Selatan, 21 Juli 2015. SeongJoon Cho/Getty Images

    Sejumlah kendaraan mobil Hyundai terparkir, menunggu untuk diangkut menggunakan kapal. Kini pabrikan mobil asal Korsel tersebut, berhasil menembus pasar dunia. Ulsan, Korea Selatan, 21 Juli 2015. SeongJoon Cho/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menilai bahwa rencana investasi PT Hyundai Mobil Indonesia untuk membangun pabrik di Indonesia masih belum pasti. Lantaran pemerintah belum mendapatkan jawaban - jawaban yang memuaskan dari investor.

    Namun demikian, pemerintah masih terus membuka komunikasi dengan mereka, terlebih dalam waktu dekat Presiden Joko Widodo juga dijadwalkan akan berkunjung ke Korea Selatan untuk membicarakan kemungkinan kerjasama kedua negara. "Belum, kita masih saling komunikasi aja. Iya mereka ingin, tapi mereka minta (banyak insentif) iya, hehehe... Kita belum bisa jelaskan karena kita belum bilang iya atau bagaimana. Mereka sendiri kita anggap belum firm. Kita tanya begini belum dijawab, begitu belum dijawab," tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Senin 3 September 2018.

    Baca: Hyundai Menyiapkan Model Baru yang Dirakit di Pabrik Bekasi

    Maka dari itu, oleh karena dianggap masih belum final, maka pihaknya belum begitu dalam membahas hal tersebut. "Maka kita juga belum begitu terlalu membicarakanya karena biar nanti waktu Presiden ke sana (Korea) untuk membicarakannya juga," ujarnya.

    Oleh sebab itu, pada kesempatan rakor dengan dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong, di Kantor Kemenko Perekonomian, pihaknya juga dalam rangka mempersiapkan bahan untuk dibawa Presiden saat kunjungan ke Korea Selatan, terkait potensi yang bisa dikerjasakaman dengan Korea. "Kan minggu depan Presiden Joko Widodo mau ke Korea, jadi kita tadi siapkan bahan untuk dibawa Presiden ke sana," ujarnya.

    Hal senada disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. "Ada beberapa pembicaraan, tapi secara spesifik, belum ada yang akan dikeluarkan (diputuskan)," ujar Airlangga.

    Baca: Tak Kalah dari Jepang, Hyundai Ekspor Pesaing Alphard ke ASEAN

    Terkait lahan, hingga kini Hyundai masih mempermasalahkan biaya penyewaan lahan di Indonesia. "Indonesia ini lahan semua ada nilainya, di Korea juga ada nilainya, yang biasa-biasa saja," ujarnya.

    Pihaknya menegaskan bahwa untuk menarik investasi pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif seperti tax allowance dan tax holiday. Insentif-insentif ini diyakini mampu menarik minat investor masuk ke Indonesia. "Kalau kami insentif semua yang ada saja. Tapi persoalannya bukan itu. Kalau bicara industri otomotif sekarang ini beberapa industri strukturnya sudah dalam, termasuk industri kemarin dari investor Cina, itu investasinya besar," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.