Kamis, 22 November 2018

Mandatori B20, Organda Sebut Perawatan Berkala Lebih Pendek

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyiapkan BBM Solar B20 saat peluncuran program Mandatori B20 di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. Bersamaan dengan penerapan program ini, perluasan penerapan kewajiban pencampuran Solar dengan kadar minyak sawit 20 persen resmi berlaku. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menyiapkan BBM Solar B20 saat peluncuran program Mandatori B20 di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. Bersamaan dengan penerapan program ini, perluasan penerapan kewajiban pencampuran Solar dengan kadar minyak sawit 20 persen resmi berlaku. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggunaan bahan bakar B20 pada kendaraan dapat meningkatkan biaya tambahan seiring penggantian suku cadang yang harus dilakukan.

    Sekretaris Jenderal DPP Organda Ateng Aryono, mengungkapkan penggantian suku cadang seperti filter kendaraan akibat penggunaan bahan bakar B20 membuat para pelaku usaha mengeluarkan biaya tambahan, terlebih waktu perawatan berkala menjadi lebih pendek.

    Baca: GIIAS 2018: Truk Tata Prima 3338.K Siap Pakai B20

    Oleh karena itu, dirinya meminta penggantian suku cadang seperti filter masuk dalam garansi bagi kendaraan-kendaraan yang masih memiliki garansi.

    Sementara bagi kendaraan lama dan tidak lagi memiliki garansi yang harus melakukan penggantian dan penambahan suku cadang agar siap menggunakan B20 perlu mendapatkan insentif agar tidak memberatkan industri hilir.

    “Kami mengusulkan kepada otoroitas, karena ini posisi extra ordinary, hendaknya ada insentif terhadap industri,” kata Ateng kepada Bisnis, Selasa, 11 September 2018.

    Baca: Mitsubishi Tegaskan Fuso Siap Pakai Biodiesel B20

    Dia mencontohkan, pemerintah bisa memberikan insentif berupa pembebasan bea impor atau PPN impor suku cadang. Menurutnya, penjualan kendaraan agen pemegang merek juga sangat tergantung pada kondisi industri transportasi. Apalagi jika mengacu pada penerapan kebijakan B20.

    Saat ini, ujarnya, jumlah kendaraan bus yang teridentifikasi sampai semester pertama 2018 lebih dari 100.000 unit.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.