Rabu, 21 November 2018

Menjajal Go-Viet, Ojek Online di Vietnam

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konvoi pengemudi Go-Jek versi Vietnam yaitu Go-Viet mengelilingi kota Hanoi, Rabu pagi, 12 September 2018. TEMPO/Khairul Anam

    Konvoi pengemudi Go-Jek versi Vietnam yaitu Go-Viet mengelilingi kota Hanoi, Rabu pagi, 12 September 2018. TEMPO/Khairul Anam

    Go-Viet Co-Founder dan CEO Go-Viet, Duc Nguyen mengungkapkan aplikasi Go-Viet sudah bermitra dengan hampir 25 ribu mitra pengemudi di dua kota, yakni kota Ho Chi Minh dan Hanoi hingga September ini.

    Warga Vietnam yang ingin bergabung menjadi mitra driver Go-Viet perlu menyertakan empat jenis surat dalam lamaran mereka, yakni kartu identitas penduduk, surat izin mengemudi, surat keterangan bebas tindak kriminal dan surat yang menyatakan usia kendaraan tidak lebih dari 10 tahun.

    Di Ho Chi Minh, aplikasi ini sudah resmi beroperasi pada Agustus 2018, sedangkan di Hanoi baru 12 September 2018 dan total unduhan Go-Viet saat ini mencapai 1,5 juta kali.

    "Ho Chi Min adalah kota dengan pusat bisnis terbesar, dua kali dari Hanoi. Keduanya dua kota besar di Vietnam. Saat ini ada 25 ribu pengemudi (termasuk Hanoi) dengan jumlah unduhan 1,5 juta kali," kata dia kepada media di Hanoi, Rabu.

    Lebih lanjut, dia mengatakan aplikasi ini merupakan kerjasama tim manajemen lokal Vietnam dengan dukungan teknologi dan finansial dari Go-Jek sebagai mitra startegis.

    "Kami sangat mengapresiasi masuknya Go-Jek ke Vietnam. Go-Viet adalah platform yang menyediakan layanan lokal berupa kendaraan (sepeda motor untuk saat ini) dan kami ingin masyarakat Vietnam tahu alasan kami membangun merek ini," kata Nguyen.

    Dia berharap nantinya, aplikasi ini bisa beroperasi seluas mungkin di wilayah Vietnam.

    Dalam kesempatan yang sama, CEO dan founder Go-Jek, Nadiem Makarim mengaku bangga bisa berbagi teknologi Indonesia yang bermanfaat bagi masyarakat di negara lain untuk meningkatkan efisiensi dalam mobilitas urban dan yang tidak kalah penting dalam peningkatan kesejahteraan.

    "Kesuksesan Go-Viet membuktikan bahwa saat ini masyarakat Vietnam membutuhkan pilihan layanan yang lebih aman, bisa diandalkan dan nyaman. Konsumen membutuhkan lebih banyak pilihan, sementara pasar membutuhkan kompetisi supaya industri bisa terus berkembang," paparnya.

    "Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Vietnam dan masyarakat Vietnam yang mendukung dan menyambut kami dengan hangat. Kami juga ingin berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang terus memberikan dukungan sehingga kami bisa go-internasional," sambung Nadiem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.