Rabu, 21 November 2018

Ekspor Mobil dari Indonesia ke Vietnam Kembali Normal

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan mobil baru terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, 13 Maret 2018. Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor kendaraan niaga dapat meningkat dan menembus hingga 35 ribu unit pada 2018 dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 27 ribu unit. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Ratusan mobil baru terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, 13 Maret 2018. Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor kendaraan niaga dapat meningkat dan menembus hingga 35 ribu unit pada 2018 dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 27 ribu unit. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekspor mobil asal Indonesia sudah masuk ke pasar Vietnam per Agustus 2018, setelah mengalami hambatan pada 6 bulan pertama.

    Duta Besar Indonesia untuk Vietnam Ibnu Hadi mengatakan, ekspor otomotif asal Indonesia saat ini sudah berjalan baik setelah memenuhi semua persyaratan yang diminta pemerintah Vietnam.

    "Sudah jalan baik hasil lobi kami awal 2018 ada kebijakan baru, sudah kita atasi artinya ketentuan baru kita penuhi. Mulai Agustus ini sudah masuk," ujarnya di Hanoi, Rabu, 12 September 2018. 

    Baca: 3 Faktor Ekspor Suku Cadang Mobil 2018 Mengalami Pertumbuhan 

    Ibnu menjelaskan, dalam pelaksanaan aturan baru tersebut butuh waktu penyesuaian sehingga tidak ada pengiriman pada awal tahun. Namun, saat ini semua permasalahan sudah selesai sehingga produk otomotif asal Indonesia bisa masuk lagi ke Vietnam.

    Dia menjelaskan selain Toyota yang rutin mengirimkan Fortuner, terdapat juga produk Suzuki Ertiga dan Hino yang masuk ke pasar Vietnam. Pasar Vietnam menurutnya, terus berkembang sehingga peluang bagi produsen otomotif Indonesia untuk mengekspor ke Vietnam.

    Baca: Kementerian Perdagangan Bidik Ekspor Mobil Listrik ke Australia

    "Suzuki Ertiga masuk, saya dengar Hino untuk truk juga masuk dan tentu saja Toyota," tambahnya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah meminta kepada Presiden Vietnam Tran Dai Quang untuk mengurangi hambatan kerja sama bilateral kedua negara. Salah satu yang diminta secara khusus ialah terkait ekspor otomotif.

    "Saya tadi telah meminta perhatian Presiden Tran Dai Quang agar hambatan-hambatan perdagangan dapat dihilangkan, termasuk produk-produk otomotif Indonesia,” tuturnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.