Jumat, 14 Desember 2018

Menjajal Mitsubishi Xpander di Ketinggian 1.500 MDPL

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitsubishi Xpander Ultimate mudah menanjak Gunung Malabar, Bandung, Jawa Barat, hingga ketinggian 1.400 mdpl, 25 Agustus 2018. TEMPO/Yos Rizal

    Mitsubishi Xpander Ultimate mudah menanjak Gunung Malabar, Bandung, Jawa Barat, hingga ketinggian 1.400 mdpl, 25 Agustus 2018. TEMPO/Yos Rizal

    Kedua, menjadikan kegiatan itu sebuah petualangan baru para peserta: petualangan rasa. Materi yang disodorkan pun punya daya tarik: touring, camping, trekking, coffee cupping, learning. Peserta akan menggelar kemping semalam dengan didahului touring sepanjang lebih dari 200 kilometer. Selanjutnya, mereka akan trekking ke kebun kopi pada pagi hari dan memetik cherry merah yang siap dipanen. Lalu, melalui coffee cupping, peserta akan mengobservasi rasa kopi Nusantara yang kaya. Seluruh proses—dari menanam sampai pasca panen--itu bisa dipelajari langsung dari petani.

    Baca: Menjajal Mitsubishi Xpander Sejauh 208,9 Kilometer

    Trip ke Malabar Mountain Coffee itu diikuti 30 peserta—termasuk dari Tempo. Rombongan berangkat pada Sabtu pagi pukul 06.00 dengan menggunakan lima mobil. Jalur yang ditempuh dari tempat berkumpul di Cilandak Mall, masuk JORR, kemudian melewati tol Cikampek, tol Cipularang, Soreang, Jalan Raya Pengalengan dan mendaki ke pegunungan Malabar. Kemacetan yang parah, membuat rombongan baru sampai di kantor Malabar di Pengalengan sore hari.

    Mitsubishi Xpander Ultimate melaju di kebun teh Gunung Malabar, Bandung, Jawa Barat. Mobil bertransmisi otomatis ini mudah menanjak hingga ketinggian 1.400 mdpl, 25 Agustus 2018. TEMPO/Yos Rizal

    Dari kantor itu, rombongan kemudian dibagi dalam empat mobil; dua unit double cabin Mitsubishi Strada, satu unit Mitsubishi Pajero Sport, dan satu unit Mitsubishi Xpander.

    Dari ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, empat mobil menanjak ke ketinggian sekitar 1.500 mdpl menuju camping ground. Berbagai pemandangan menarik ditemui sepanjang jalan. Selain kopi, Pengalengan juga dipenuhi perkebunan teh dan kina yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Pangalengan juga merupakan daerah penghasil susu sapi.

    Dari Jakarta sampai Jalan Raya Pengalengan, praktis Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4x4 A/T dan Xpander Ultimate A/T tak mendapat tantangan berarti. Pajero bermesin 2.442 cc dan tenaga 179 HP dan Xpander (1.499 cc dan 103 HP) dengan mudah melalap jalur-jalur datar, mulai dari tol JORR, Cikampek, Cipularang, Soreang sampai Pengalengan. Kenyamanan terutama dari suspensi, posisi mengemudi, kekedapan kabin dan kelengkapan dua kendaraan ini merupakan salah satu yang terbaik di kelasnya.

    Baca: MPV Terlaris Januari, Mitsubishi Xpander Kejar Toyota Avanza

    Kendaraan yang memanjakan penumpang itu baru menemui tantangan setelah mulai mendaki ke area kemping. Pajero Sport Dakar 4x4 AT praktis masih tak menemui tantangan berarti kendati harus melewati 3-4 tanjakan dengan ketinggian yang curam dari 8-10 tanjakan tanah dan berbatu antara perkebunan teh dan kopi, dan beberapa belokan tajam. Dengan enteng, kendaraan ini melaju sampai ke area perkemahan. “Harus ada tantangan yang lebih untuk Pajero,” kata Joni yang mengendarai Pajero itu.

    Tantangan yang sebenarnya terjadi ada pada Xpander Ultimate. Low MPV bagi keluarga ini sengaja diisi penuh, 7 penumpang. Untuk perjalanan jarak jauh, memang mobil ini punya banyak titik penyimpanan yang kerap dibutuhkan penumpang, desain dudukan yang tepat, dan terutama redaman kabin yang sangat bagus, dengan kedap suara yang juga bagus untuk mobil di kelasnya, kendati berjalan dengan kecepatan tinggi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....