Lelang Helm Balap Sean Gelael Laku Rp 1 Miliar, Ini Keunggulannya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helm balap Sean Geael merek Stilo yang digunakan di Free Practice 1 bersama tim F1 Toro Rosso di Grand Prix Singapura, Malaysia, Austin (AS), dan Meksiko musim 2017 terjual Rp 1 miliar di acara lelang penggalangan dana untuk korban gempa Lombok yang diadakan di Jakarta, 17 September 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Helm balap Sean Geael merek Stilo yang digunakan di Free Practice 1 bersama tim F1 Toro Rosso di Grand Prix Singapura, Malaysia, Austin (AS), dan Meksiko musim 2017 terjual Rp 1 miliar di acara lelang penggalangan dana untuk korban gempa Lombok yang diadakan di Jakarta, 17 September 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Formula 2 asal Indonesia Sean Gelael melelang helm kesayangannya dan hasilnya disumbangkan untuk korban gempa Lombok.

    Helm yang dilelang adalah merek Stilo buatan Italia. Helm pertama adalah helm yang digunakan untuk latihan bebas pertama (FP1) ketika memperkuat tim F1 Toro Rosso di Singapura, Malaysia, Austin, dan Meksiko. Helm bercorak merah dan biru itu terjual Rp 1 miliar.

    Helm kedua adalah helm berwarna dominan emas yang digunakan Sean Gelael di balap F2 musim 2016. Helm ini terjual Rp 600 juta. Sementara itu, helm milik pembalap McLaren Stoffel Vandoorne merek Bell yang digunakan untuk balap F1 musim 2018 juga ikut dilelang dengan harga tertinggi Rp 410 juta.

    Baca: Sean Gelael Lelang Helm untuk Gempa Lombok Laku Rp 1 Miliar

    Media Manager Jagonya Ayam Aswin Rizal Harahap mengatakan bahwa helm Stilo bahan karbon yang digunakan pembalap-pembalap F1 memiliki harga yang fantastis. Antara Rp 60 juta hingga Rp 100 juta. Itu masih helm bawaan pabrik, belum dipoles atau diberi livery sesuai keinginan pembalap. “Airbrush atau livery bisa US$ 3.000 (sekitar Rp 44 juta kurs Rp 14.700 per dolar AS),” ujarnya.

    Livery atau desain corak helm Sean Gelael dilakukan di sebuah workshop ternama di Jerman, JMD. Workshop ini juga mengerjakan livery helm milik pembalap Ferrari, Sebastian Vettel.

    Helm balap Sean Geael merek Stilo yang digunakan di Free Practice 1 bersama tim F1 Toro Rosso di Grand Prix Singapura, Malaysia, Austin (AS), dan Meksiko musim 2017 terjual Rp 1 miliar di acara lelang penggalangan dana untuk korban gempa Lombok yang diadakan di Jakarta, 17 September 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Helm untuk balap mobil F1, merek apapun, harus memenuhi standar khusus yang diberikan FIA. Jadi helm ini memang bukan helm biasa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Helm untuk balap F1 diklaim sebagai helm teraman di dunia.

    Helm dengan material karbon berkualitas tinggi ini sanggup menahan panas hingga 800 derajat celcius. Visor atau kaca pelindung di depan mata mampu menahan benturan dari serpihan yang terbang pada saat melaju hingga kecepatan 482 kilometer per jam.

    Baca: Stoffel Vandoorne Lelang Helm untuk Korban Gempa Lombok

    Khusus helm Stilo seperti dikutip dari laman resminya telah melewati uji balistik secara ekstensif. Helmnya juga visor ST5 yang berfungsi sebagai perisai anti kabut dan anti gores.

    Kemudian ada Air Intake yang dirancang khusus untuk  memberikan ruang sebagai asupan udara, spoiler belakang berguna memberikan ruang untuk sirkulasi udara, dan spoiler depan berfungsi menstabilkan getaran untuk memaksimalkan aerodinamis saat kecepatan tinggi.

    Top Air System Kit atau sistem udara di bagian atas memaksimalkan asupan udara segar ke kepala dan hidung. Sistem inovatif ini memberikan pengaturan aliran udara pada wajah supaya pengemudi dapat bernafas lebih baik. Sistem udara ini juga dapat dipasangkan ke model ST5 Formula dan GT.

    Perlengkapan balap Stoffel Vandoorne (McLaren F1) dilelang di Jakarta untuk membantu korban gempa Lombok. 17 September 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Side Air System memungkinkan pengemudi dapat menghirup udara segar saat mengemudi lewat lubang yang terletak di samping kanan depan helm. Lubang asupan udara helm ini memiliki diameter 20 milimeter, dan tersedia juga hingga 32 milimeter.

    Drinking System ST5 adalah sistem minum yang terdiri dari tabung yang masuk ke dalam helm dengan katup gigitan dari silikon. Helm ini juga dilengkapi dengan pelindung telinga terintegrasi untuk meminimalisasi tingkat kebisingan pada saat digunakan balapan.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.