Mitsubishi Xpander Pakai Velg 20 Inci Diklaim Tetap Nyaman

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitsubishi Xpander milik salah satu pendiri Xpander Mitsubishi Owner Club (X-MOC), Oke Ardani A Achza menggunakan velg ukuran 20 inci. (Istimewa)

    Mitsubishi Xpander milik salah satu pendiri Xpander Mitsubishi Owner Club (X-MOC), Oke Ardani A Achza menggunakan velg ukuran 20 inci. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu pendiri Xpander Mitsubishi Owner Club (X-MOC), Oke Ardani A. Achza atau akrab dipanggil Oche, memodifikasi mobil Mitsubishi Xpander tahun 2017-nya menggunakan velg ukuran 20 inci.

    Oche Ardani menaikkan ukuran velg-nya sebanyak 4 inci. Alhasil, mobilnya terlihat elegan, juga kokoh sesuai dengan gaya Xpander. Meskipun dengan velg besar, menurut Oche, tidak ada masalah sedikit pun, baik dari bantingan maupun kenyamanannya.

    Modifikasi pertama, ia mengganti velg 15 inci, tapi, menurut dia, mobilnya masih terlihat cingkrang dan konsep Xpander yang elegan dan kokoh tidak terealisasi. Akhirnya ia memutuskan mengganti dengan velg 20.

    Baca: Konsumsi BBM Mitsubishi Xpander Jakarta-Lampung, Irit atau Boros

    “Awalnya saya tidak percaya dan semua teman bilang kalau saya gila. Saya coba di bengkel Andala Ban, mereka bilang juga tidak mungkin, tapi saya terus coba dan ternyata masuk,” ujarnya pada Rabu, 19 September 2018.

    Mitsubishi Xpander milik salah satu pendiri Xpander Mitsubishi Owner Club (X-MOC), Oke Ardani A Achza, menggunakan velg ukuran 20 inci. (Istimewa)

    Setelah dicoba jalan, semua tetap nyaman, tapi masih ada jarak beberapa jari antara ban dan sepatbor. “Kemudian saya putuskan untuk custom per dengan jarak dua jari antara ban dan sepatbor. Sampai saat ini tidak ada masalah, baik dari bantingan maupun kenyamanan,” ujar Oche.

    Ia menilai bahwa Xpander itu bukan mobil MPV biasa. “Saya sempat kaget meskipun pakai velg 20, soal kenyamanan tidak berbeda dengan velg standarnya, ring 16,” katanya.

    Baca: Mitsubishi Xpander Roadshow ke 9 Kota Besar 

    Ia sempat mengunggah gambar mobilnya di grup Facebook X-MOC dan banyak yang bertanya. “Hingga sekarang di X-MOC untuk ring 20 ada sekitar 30 orang dan itu menaungi semua chapter, dan mereka bilang semua nyaman,” ujarnya.

    Spesifikasi modifikasi Xpander Sport 2017 berwarna putih ini meliputi bagian lampu dengan mengubah DRL dan turn sein LED Lexus Style, mud gard, antena hiu, cutting sticker grill black dan logo Mitsubishi merah, cruise control, roofrail, rear foglamp bumper belakang custom, ducktail by W7

    Modifikasi Mitsubishi Xpander milik salah satu pendiri Xpander Mitsubishi Owner Club (X-MOC), Oke Ardani A Achza. (Istimewa)

    Bagian audio menggunakan head unit Alpine ICS-X8, prosesor Alpine PXA H800 + RUX C800, subwoofer Scan Speak 23W 9", Power Ground Zero 4200 MKII (subwoofer), Genesis 4 Channel (mid bass), Genesis 4 Channel (mid range dan tweater), speaker 3way Dyna Audio Esotec 360, Batcap Xstatic 300, cable RCA: Harmonic Harmony Type Octave, cable speaker Flux, TV Tunner Hdmi Asuka, TV Headrest M-Tec 10". Barang tersebut merupakan barang second yang Oche dapatkan dari Sunda Jaya Taman Puring. 

    Baca: Begini Proses Produksi Mitsubishi Xpander di Pabrik Cikarang 

    Kaki-kaki menggunakan velg HSR Kahn 20 inci/45/8,5, ban Zeetex 245/35/20, per custom dua jari dari ban dan fender. Sayangnya, saat Tempo menanyakan biaya modifikasi Mitsubishi Xpander ini, ia enggan membeberkannya. “Jangan deh kalau harga,” katanya.

    Lalu, berapa sih maksimal modifikasi velg yang boleh dilakukan dari standar aslinya? Anggota panitia Hot Import Nights (HIN), Sony, mengatakan, supaya masih tetap nyaman dibawa harian, cukup ditambah 2-3 inci dari ukuran aslinya. “Misalnya, ukuran standar velg mobil Toyota Avanza sebesar 15 inci, jika ingin dimodifikasi, ditambah menjadi 17 inci atau 18 inci,” ujarnya di booth HIN IIMS 2018, Jumat, 27 April 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.