Wuling Confero Modifikasi Ini Biasa Dipakai untuk Taksi Online

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Confero S 1.5L Lux yang dimodifikasi oleh pemiliknya Rommy Marinas yang juga tergabung dalam Wuling Club Of Indonesia (WLCi) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Sabtu, 22 September 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Wuling Confero S 1.5L Lux yang dimodifikasi oleh pemiliknya Rommy Marinas yang juga tergabung dalam Wuling Club Of Indonesia (WLCi) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Sabtu, 22 September 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Jakarta - Wuling Confero S milik Rommy Marinas, salah satu anggota Wuling Club OF Indonesia atau WLCi dimodifikasi bergaya street racing sehingga tampilannya sangat elegan. Namun, siapa yang menyangka mobil sekeren itu dipakai untuk angkutan online oleh Rommy, per harinya menempuh jarak 300 kilometer.

    “Mobil modifikasi dipakai buat online, pasti banyak orang berfikir apa tidak sayang. Bahkan per harinya saya bisa menempuh 300 kilometer. Kalau kita suka modifikasi tidak perlu sayang-sayang, apalagi mikirin garansi dan uang yang dikeluarkan,” ujarnya kepada Tempo di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Sabtu, 22 Agustus 2018.

    Baca: Modifikasi Wuling Confero Berkonsep Racing, Habiskan Rp 30 Juta

    Ia mengaku bahwa sering mendapat pujian dari penumpangnya kalau mobil yang dipakai sangat nyaman meskipun sudah dilakukan beberapa modifikasi di bagian kaki-kaki. “Seratus persen konsumen yang naik mobil saya ini bilang nyaman meskipun dengan ubahan eksterior peningkatan ukuran velg,” katanya

    Selain itu, ia menjelaskan banyak juga penumpang yang kaget dan tidak percaya soal interior Wuling Confero S ini dengan captain seat dan kabin yang lega. Sehari pasti ada penumpang yang menuju bandara dan biasanya kopernya besar tapi kata Rommy tidak perlu melipat jok belakang dan pakai bagasi belakang sudah cukup.

    Wuling Confero S 1.5L Lux yang dimodifikasi oleh pemiliknya Rommy Marinas yang juga tergabung dalam Wuling Club Of Indonesia (WLCi) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Sabtu, 22 September 2018. TEMPO/Wisnu Andebar 

    Di WLCi terbagi beberapa divisi, misalnya divisi racing, dan ada divisi angkutan online. Rommy ikut divisi angkutan online, jadi divisi ini khusus pengguna Wuling untuk angkutan online. Bagi yang ingin bergabung bisa saja dengan syarat mobilnya harus Wuling.

    Baca: Suku Cadang dan Biaya Perawatan Wuling Murah, Ini Penyebabnya

    Soal modifikasi, Total modif menghabiskan sekitar Rp 13 juta yang mengusung aliran atau konsep street racing, yaitu modifikasi mobil yang enak dilihat, masih bisa dipakai harian, dan juga tampil racing tapi tidak merepotkan.

    Ubahannya meliputi velg Borbet ring 17 inci, untuk belakang lebarnya 10 inci, depan 9 inci. Untuk pemanis ia menambahkan fender mobil berbahan karet di bagian samping lalu pasang bodi kit mulai depan, belakang, dan samping. “Bodi kit ini konsepnya saya buat dan ciptakan sendiri, yang terpenting modifikasi saya itu enak dilihat dan tetap nyaman untuk harian,” katanya.

    Kemudian mounting sudah diganti dan per pakai punya Toyota Rush lama jadi lebih pendek. Karena diameternya per Toyota Rush sama dengan Confero S sehingga masuk dan tetap nyaman di Wuling Confero S.

    Untuk interior menurut Rommy sudah cukup karena tipenya Confero S 1,5L lux yang sudah captain seat,  jok sudah kulit, jadi menurutnya tidak perlu ada yang diubah. Ke depannya, ia ingin menambahkan audio, karena Confero ini tidak memakan tempat dengan kabin yang besar.

    Simak: Wuling Pamerkan Mobil SUV di GIIAS, Begini Respon Pengunjung

    Di bagian mesin Wuling Confero tidak mengalami ubahan, menurut Rommy, sudah cukup karena tipikal Confero ini main di torsi 2000 rpm, cukup untuk stop and go. “Tinggal kita sesuaikan giginya saja, kalau untuk top speed bisa masuk hingga 170 kilometer per jam,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.