Bajaj Bergaya Reli Ini Pakai Jok Recaro dan Shock Tabung

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah bajaj bermesin 4 tak produksi tahun 2005 yang dimodifikasi total dengan gaya rally dipamerkan dalam Indonesia Scooter Festival di Yogya, 22-23 September 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Sebuah bajaj bermesin 4 tak produksi tahun 2005 yang dimodifikasi total dengan gaya rally dipamerkan dalam Indonesia Scooter Festival di Yogya, 22-23 September 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Bajaj bisa untuk reli? Nah, untuk digeber ala reli yang sampai terbang dan ngepot sih seperti tidak. Tapi dilihat dari tampilannya bolehlah disebut bajaj reli. Ya, tampang bajaj ini memang beda. Mejeng di Indonesia Scooter Festival 2018 di Yogyakarta, 22-23 September 2018, bajaj milik Andi Wardana ini memang mampu menyedot perhatian pengunjung.

    Ardi yang asli warga Jakarta mengubah bajaj biasa buatan tahun 2005 ini bertampang mobil reli. Mesinnya masih standar, 4 tak. Sedangkan ubahan ala mobil reli mulai dari penggunaan lampu tembak CB, kaki-kaki sudah pakai shock tabung, jok Recaro, sampai interiornya juga berubah total menjadi model balap.

    Baca: Vespa Mini Gowes asal Bandung ini Tembus Pasar Dunia

    “Saya modif bajaj ini di rumah modif Peter Jacobson di Jakarta yang biasa modif untuk mobil Ferarri,” ujar Andi. Andi mengaku merogoh dana sampai Rp 80 juta demi mendadani bajaj yang akan dipakainya sebagai koleksi melengkapi puluhan skuter antik di rumahnya itu.

    Bajaj bergaya reli ini melengkapi peserta tiga roda lainnya di ISF 2018. Di sisi bajaj gahar ini juga dipamerkan minicar ‘Helicak’. Minicar ini merupakan angkutan umum favorit warga Jakarta di era 1960-197an, sebelum digantikan bajaj.

    Baca: Vespa Limbah Pensil Ini Ditawar Kolektor Venezuela Rp 1,9 Miliar

    “Sebelum angkutan ibu kota dikuasai Bajaj asal India, minicar produksi kendaraan dengan mesin dari Italia seperti ini dominan menguasai lebih dulu,” ujar pegiat skuter yang juga Ketua Komunitas Pecinta Vespa Klasik Id.946, Adhitya alias Dodit kepada Tempo Minggu 23 September 2018.

    Saat Bajaj belum masuk Indonesia itu, kendaraan angkut ibukota ujar Dodit yang dominan hanya Vespa dan Lambretta yang mana seluruhnya asal Italia.

    “Baru tahun 1980 an Bajaj baru dibikin, lebih murah harganya makanya dipakai itu dan yang Italia ini tersingkir,” ujarnya.

    Baca: Vespa VBB 1962 Ini Seumur Hidup Tak Pernah Dipakai, Masih 0 KM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.