Tak Hanya Model, Vespa Diburu Karena Keunikan Warnanya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vespa 100 s 1968 warna hijau milik kolektor asal Medan, Winiz Manibalan yang tergolong langka saat dipamerkan di Indonesia Scooter Festival 2018 di Yogya 22-23 September 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Vespa 100 s 1968 warna hijau milik kolektor asal Medan, Winiz Manibalan yang tergolong langka saat dipamerkan di Indonesia Scooter Festival 2018 di Yogya 22-23 September 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pamor skuter Vespa seolah tak ada matinya. Sejumlah kolektor terus memburunya demi berbagai tujuan meski harganya ada yang mencapai ratusan juta rupiah. Perburuan Vespa tua nan langka itu ada yang dilatarbelakangi kesenangan mengkoleksinya, namun ada juga yang memburunya demi investasi atau tabungan masa depan.

    Salah satunya pengusaha batik asal Medan Sumatera Utara, Winiz Manibalan. Pria yang memiliki galeri khusus Vespa bernama Winiz Scooter Garage di Medan selama dua tahun terakhir ini sudah berhasil mengumpulkan sedikitnya 50 unit Vespa tua dari berbagai daerah Indonesia mulai keluaran tahun 1958-1971an.

    Baca: Vespa Limbah Pensil Ini Ditawar Kolektor Venezuela Rp 1,9 Miliar

    Untuk satu unit Vespa yang tergolong langka, pria yang juga pengkoleksi mobil antik ini bisa merogoh lebih dari Rp 100 juta. Misalnya seri Vespa Smallframe 90 ss tahun 1971 warna merah yang ia dapatkan.

    Dalam berburu Vespa, Winiz mengaku bukan hanya asal berburu yang orisinil komponennya, tapi juga yang memiliki warna-warna langka.

    “Dulu itu Vespa kan punya banyak warna, tapi karena kurang disukai, warna-warna tertentu tak diproduksi lagi, jadinya sekarang warna tertentu itu langka,” ujar Winiz saat ditemui Tempo di sela Indonesia Scooter Festival 2018 di Yogya Minggu 23 September 2018.

    Winiz menuturkan warna Vespa tua yang langka di periode 1950-1970 an itu tak lain warna-warna yang aslinya memang ngejreng. Bukan dicat ulang. Seperti kuning, hijau, orange, merah, gold, juga ungu. Umumnya Vespa tua yang warna-warnanya gampang ditemui adalah warna netral seperti hitam, putih, juga biru.

    Simak: Skuter Lambretta Tua Harga Lampaui Xpander, Ditawar Rp 220 Juta

    “Saya masih berburu yang warna ungu, sulit sekali cari yang orisinil warna itu sekarang, kalaupun ada sudah dicat ulang,” ujar Winiz yang pekan ini baru saja mendapatkan Vespa 100S warna hijau lumut keluaran 1968 di Jakarta.

    Winiz menuturkan, membedakan warna Vespa orisinil atau tidak tidak terlalu sulit baginya. Yakni dari mengamati detil dempulan dasarnya. Ketebalan dempul dan kualitas warna juga bisa menjadi ciri cat Vespa itu asli atau tidak. "Kadang saya juga dibantu teman yang paham warna kalau kesulitan membedakan sebelum membeli,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.