Senin, 10 Desember 2018

Royal Enfield Interceptor 650 Torsi Mantap, Mesin Minim Getaran

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Royal Enfield Interceptor 650. Sumber: auto.ndtv.com

    Royal Enfield Interceptor 650. Sumber: auto.ndtv.com

    TEMPO.CO, California -  Royal Enfield baru saja merilis Interceptor 650 di Amerika Serikat dan segera dipasarkan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Mesin 650 twin ini juga akan dipasangkan pada Royal Enfield Continental GT. Irvino Edwardly, Country Manager Royal Enfield Indonesia, memastikan akan membawanya ke Indonesia. "Varian model dari twin model akan masuk ke Indonesia," katanya di Sirkuit Patrac, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu 9 September 2018.

    Baca: Royal Enfield 650 Twin Kencang, Namun Irit BBM 25 KM/Liter

    Model mesin twin akan hadir dalam dua model yaitu Royal Enfield Continental GT 650 dan Royal Enfield Interceptor 650. Hanya saja, Irvino tak mau menyebut kapan motor itu akan masuk. "Nanti lihat saja, saat ini sedang proses," katanya. Soal kisaran harga masuk Indonesia pun, Irvino tak mau buka suara.

    Media India, Car and Bike sempat menjajal motor yang sudah ditunggu-tunggu ini. Ketika mesin dihidupkan suara parallel-twin memiliki suara nyaris sama dengan single silinder, interval ledakan piston 270-derajat memastikan bahwa mesin memiliki gemuruh sedikit cempreng namun enak di dengar. Keberadaan poros penyeimbang membuat mesin halus dan halus, menjaga getaran mesin naik ke stang.

    Royal Enfield Interceptor 650. Sumber: auto.ndtv.com

    Mesin ini telah dirancang sejak 2015. Mesin ini telah menerima banyak masukan dari tim teknik dan desain yang berbasis di Pusat Teknologi Royal Enfield Inggris, bekerja sama dengan tim Royal Enfield yang berbasis di Chennai. Hasilnya adalah mesin berpendingin udara, 649 cc, empat katup per silinder dengan desain overhead cam tunggal (SOHC) dengan pendingin oli, mampu menghasilkan tenaga 47 bhp pada 7.100 rpm dan torsi 52 Nm pada 5.200 rpm.

    Royal Enfield Interceptor 650. Sumber: auto.ndtv.com

    Ketika Car and Bike menjajal Interceptor 650 melewati Santa Cruz di pagi berkabut, merasakan tidak seperti Royal Enfield yang pernah dinaiki sebelumnya. Ketika kenaikan putaran mesin digeber dan mulai panas, performa mesin tidak mengalami penurunan. Royal Enfield mengatakan sebanyak 80 persen dari torsi puncak tersedia pada putaran mesin rendah 2500 rpm. Ketika mesin digeber pada putaran lebih tinggi dari 3.000 rpm ke 6.000 rpm, dan bahkan melampaui ke red line 7.500 rpm. Mesin tidak ada getaran tinggi tetap halus dan torsi tetap terasa.

    Baca: Modifikasi Royal Enfield Continental Cetak Rekor Kecepatan

    Royal Enfield Interceptor 650. Sumber: auto.ndtv.com

    Perpindahan gear motor ini juga dirasakan halus dan tidak pernah dirasakan adanya mis saat menaikan ataupun menurukan gear. Hanya saat memindahkan gear pada posisi netral sering gagal, mungkin karena tuas gear terlalu ringan. Ketika jarum speedo terus menanjak, mesin Interceptor memberikan kenyamanan tidak sia-sia adanya pengetesan dan pengujian bertahun-tahun.

    Baca: Tiga Desain Unik Motor Royal Enfield di Festival Modif Prancis

    Saat melewati tikungan, tidak ada rasa gugup dalam handling Royal EnfieldInterceptor 650 karena ditunjang desain klasik dengan posisi duduk sigap. Cengkraman ban cukup menggigit dengan penggunaan ban Pirelli meski bukan model tubelles. Pengereman pun bisa diandalkan menggunakan cakram 320 mm di depan, dan 240 mm di bagian belakang dengan ABS dual-channel standar. Rem menawarkan performa yang mumpuni.

    CAR AND BIKE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.