Jumat, 19 Oktober 2018

CEV Jerez: Dimas Ekky Nyaris Naik Podium, Gerry Hampir Dapat Poin

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Astra Honda Dimas Ekky Pratama berkiprah di balapan CEV Moto2 di Sirkuit Jerez, MInggu 30 September 2018. Dok AHM

    Pembalap Astra Honda Dimas Ekky Pratama berkiprah di balapan CEV Moto2 di Sirkuit Jerez, MInggu 30 September 2018. Dok AHM

    TEMPO.CO, Jakarta - Astra Honda Racing Team (AHRT) meraih hasil positif dalam balapan CEV di Jerez, Minggu, 30 September 2018. Dimas Ekky finis di posisi keempat dalam ajang Moto2, sementara Gerry Salim nyaris berhasil meraih poin pertamanya musim ini dalam persaingan Moto3 Junior World Championship. Dua pembalap AHRT tersebut mempersembahkan balapan ini untuk warga Palu dan Donggala, yang menjadi korban bencana alam gempa bumi dan tsunami baru-baru ini.

    Dimas Ekky kembali tampil prima dan langsung naik ke posisi ketiga setelah tiga lap berjalan dalam persaingan balapan Moto2 European Championship. Dimas mempertahankan posisinya hingga lima putaran terakhir sebelum finis, sebelum dilewati rider lain dalam persaingan posisi terakhir podium. Dimas berada di peringkat keenam klasemen sementara pembalap dengan mengoleksi 70 poin.

    Baca: Perkuat Fisik, Dimas Ekky Targetkan Bisa Naik Podium CEV di Jerez

    Dimas mengaku sangat senang meski nyaris naik podium. Ia mengungkapkan dirinya dan tim tidak mendapatkan setup sepeda motor terbaik sejak Kamis. Namun pada Sabtu mereka mendapatkan kemajuan yang membuat Dimas bisa bersaing di tiga besar pada balapan Minggu.

    "Saat balapan, saya bisa melakukan start dengan baik dan menjaga kecepatan dengan rider lainnya. Setelah 10 lap, ban belakang saya mulai bermasalah saat memasuki tikungan, dan saya kesulitan untuk mempertahankan kecepatan. Ketika akhirnya disalip, saya tetap berusaha menempel barisan depan meskipun sudah tidak mungkin. Saya juga ingin memberikan dukungan sepenuhnya untuk warga Palu dan Donggala, yang menjadi korban bencana alam gempa bumi dan tsunami,” ujar Dimas dalam keterangan tertulis, Senin, 1 Oktober 2018.

    Adapun Gerry Salim memulai balapan pertama dengan baik dan bisa bersaing dalam perebutan posisi peraih poin. Tergabung di grup yang terdiri atas enam pembalap, sang Rookie atau pendatang baru ini bisa mempertahankan kecepatan sepanjang 16 lap, dan akhirnya finis di posisi ke-17, hanya 0,1 detik tertinggal dari posisi 15 besar. Dalam balapan kedua, pembalap Indonesia ini sekali lagi gagal meraih poin, tapi mencatat hasil positif dengan finis di posisi ke-16, setelah sempat berada di posisi ke-13 selama beberapa putaran.

    Gerry mengakui, pada akhir pekan ini, ia masih harus mengembangkan diri meskipun sudah mencatat kemajuan saat sesi kualifikasi, sehingga dia tidak memulai balapan dari posisi terlalu belakang.

    Pembalap Astra Honda Gerry Salim berkiprah di balapan CEV Moto3 di Sirkuit Jerez, MInggu 30 September 2018. Dok AHM

    "Menurut saya, balapan kedua lebih baik karena saya sempat berada di posisi ke-13. Pada dua lap terakhir, saya disalip di lintasan lurus dan akhirnya finis di posisi ke-16. Saya sedikit kecewa karena gagal meraih poin. Di Albacete, saya akan berusaha untuk beradaptasi dengan baik di lintasan dan mencatat hasil bagus saat kualifikasi, terus mengembangkan diri, dan meraih hasil bagus," ujarnya.

    Baca: Seri Terakhir Redbull Rookies: Gerry Salim Sukses Finis ke-13

    Marketing Director AHM Thomas Wijaya, yang hadir langsung menyaksikan balapan seri ini, mengungkapkan rasa bangga kepada dua pembalap binaan AHM tersebut. “Dimas Ekky dan Gerry Salim terus menunjukkan peningkatan. Atas nama Astra Honda, saya menyampaikan apresiasi terhadap mereka berdua yang berjuang keras untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ucapnya.

    Balapan FIM CEV berikutnya, yang merupakan putaran kedua terakhir musim 2018, akan digelar dua pekan mendatang di Albacete, 13-14 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.