Senin, 10 Desember 2018

Kustomfest 2018: Honda Vario Bergaya Chopper Hingga Motor Musik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor kustom beraliran bagger garapan Robotic Motorworks Jogja di Kustomfest 2018 di Yogyakarta, 6-7 Oktober 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono.

    Motor kustom beraliran bagger garapan Robotic Motorworks Jogja di Kustomfest 2018 di Yogyakarta, 6-7 Oktober 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pameran kustom terbesar di Indonesia, Kustomfest 2018 kembali digelar tanggal 6 - 7 Oktober di Yogyakarta.

    Dalam pameran modifikasi yang dipusatkan di gedung Jogja Expo Center itu, berbagai karya unik ditonjolkan oleh para builder terpilih yang berhasil lolos seleksi. Total ada 155 motor kustom yang bisa mejeng dalam arena indoor itu.

    Ada ratusan motor pula yang musti tersingkir tak bisa mengikuti ajang itu karena dinilai tak memenuhi kriteria kustom yang mengusung tema Colors of Difference itu.

    Baca: Royal Enfield Interceptor INT 650 Kustom Hadir di Kustomfest 2018

    Salah satu motor kustom terpilih yakni milik builder asal Malang Jawa Timur, Dimas Zakaria bersama bengkelnya Grave Digger.

    Motor Dimas yang dicustom memiliki basic Honda Vario 110 cc tahun 2010. Namum motor itu sama sekali tak nampak bekas Varionya karena sudah dirombak total bergaya chopper.

    Chopper dengan panjang 1,5 meter tersebut memiliki keunikan pada besutan bodinya yang mengambil bentuk bentuk alat musik. Yang semuanya diproses secara hand made atau buatan tangan. Misalnya tangki berbentuk biola, knalpot berbentuk saksofon, jok menyerupai keyboard, dan bagian lainnya.

    Motor kustom dengan bentuk komponen menyerupai alat musik garapan bengkel Grave Digger Malang mejeng dalam Kustomfest 2018 di Yogyakarta, 6-7 Oktober 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    "Alat musik jadi pilihan kustom karena saya mau ada ciri saja, yang memadukan lekuk alat musik selaras dengan bagian motor," ujar Dimas ditemui Tempo Jumat 5 Oktober 2018.

    Dimas mengaku menghabiskan 2 bulan lebih membangun motornya itu. Biaya yang dihabiskan mencapai Rp 30 juta.

    "Kesulitannya saat membuat tangki mirip biola agar skala biolanya tak banyak berubah seperti aslinya," ujar Dimas yang hanya menggunakan mesin saja dari bagian asli Vario itu.

    Baca: Modifikasi Motor Lawas Ini Habiskan Setengah Miliar Rupiah

    Motor custom Dimas ini sebelumnya juara pertama kategori matic custom Suryanation 2017, juara pertama Universitas Brawijaya Malang, dan juara pertama Honda Auto Contest 2018.

    Selain motor musik milik Dimas, ada pula motor bergaya bagger atau memiliki bagasi dengan warna hijau metalik ngejreng mirip belalang sembah. Motor bongsor yang cukup mencuri perhatian ini digarap bengkel Robot Motorworks asal Yogya.

    Motor bagger ini menggunakan mesin dasar dari pabrikan S&S 2000 cc yang berbasis di Taiwan. Dengan model softail, motor ini fairingnya dicustom seluruhnya menggunakan bahan pelat.

    Menggunakan roda depan after mich dengan ukuran ring 30 inci dengan ukuran ban 140/40 sedang ban belakang menggunakan ring 18 inci.

    "Seluruh bodi motor ini full custom, yanh orisinil hanya mesinnya," ujar pemilik bengkel kustom Robot Motorworks Robby Budi Murtanto.

    Robby mengatakan kesulitan utama membangun motor bagger itu karena seluruh body ditempa menggunakan pelat. Padahal biasanya builder membangunnya memakai bahan yang lebih mudah dibentuk seperti karbon kevlar atau fiberglass.

    "Kalau bahan karbon atau fiber kan tinggal bikin cetakan selesa, kalau bahan pelat harus ketok dan bentuk seluruhnya pelan-pelan," ujarnya.

    Bagian yang mencuri perhatian dari motor berwarha hijau sepanjang 2 meter itu salah satunya lampu depan. Mencomot lampu milik Mio Fino, Robby menambah aksennya lebih klasik pada bagian topinya lebih sedikit memanjang dengan bahan pelat juga. Bagian jok menggunakan kulit dan bagian penggerak menggunakan belt atau sabuk, bukan rantai lagi.

    Motor custom bernama Gajah Ireng garapan AMS Garage asal Sanur Bali yang ikut mejeng dalam Kustomest 2018 di Yogyakarta. 6 Oktober 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Hanya saja bagian bagasi atau bagger motor ini hanya pemanis. Tidak berfungsi sebagai bagasi umumnya seperti bagger dari Harley Davidson umumnya.

    "Motor ini dikerjakan 9 bulan dengan biayanya sekitar Rp 225 juta," ujarnya.

    Selain itu satu motor yang juga mencuri perhatian yakni sebuah chopper garapan bengkel asal Sanur Bali, AMS Garage yang dinamai Gajah Ireng.

    Baca: Kustomfest 2018: Ini Senjata Baru Bengkel Yogya Taklukkan Jepang

    Chopper milik Putu Ajus Muliawarman itu menggunakan mesin S&S 1200 cc dan mengusung aliran Pro Street seperti dicirikan dengan ban raksasa ukuran 300, lebar 8 inci dengan ring 18 inci di bagian belakangnya.

    Motor yang sempat menjadi jawara ajang modifikasi Suryanation 2018 kategori Free For All di Bali itu menyematkan frame atau rangka impor buatan bengkel kustom kenamaan Jerman, Waltz. Sedang bagian air suspensi dikepras diganti softail dan seluruh body ditempa bahan alumunium.

    Untuk kustomnya saja, motor ini sudah menghabiskan biaya Rp 200 juta.

    "Saya coba adu motor itu di Kustomfest ini dengan detilkan catnya saja," ujar Putu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.