Jumat, 19 Oktober 2018

Suzuki GSX150 Bandit: Nafas Mesin Panjang, Nyaman Buat Harian

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengujian Suzuki GSX150 Bandit di Kawasan Ancol, Jumat 5 Oktober 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Pengujian Suzuki GSX150 Bandit di Kawasan Ancol, Jumat 5 Oktober 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Suzuki yang telah memiliki dua line up sepeda motor sport berkapasitas 150cc lewat GSX-R150 dan GSX-S150, kini menambah satu varian baru, Suzuki GSX150 Bandit. Meski Suzuki GSX150 Bandit ini memiliki mesin serupa dengan dua kakaknya, namun memberikan sensasi berkendara yang berbeda. "Kami ingin memberikan pilihan motor yang nyaman dipakai semua orang dan dipakai dalam semua kesempatan," kata Department Head of Sales and Marketing 2Wheel PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya saat peluncuran resmi Suzuki GSX150 Bandit di Telaga Sampireun, Ancol, Jumat 5 Oktober 2018.

    Menurut Yohan, Suzuki ingin meneruskan nama besar Bandit yang sudah melegenda dalam kapasitas mesin paling kecil yaitu 150cc. Seperti dalam klan Suzuki Bandit memberikan performa mesin yang bagus namun tetap memberikan kenyamanan bagi pengendaranya. Saat ini, kata dia, market mulai bergeser dari yang sekadar alat transportasi kini menjadi gaya hidup dan salah satu media dalam sosialisasi dalam komunitas.

    Baca: Pemilik Motor Lain Beli Suzuki GSX150 Bandit Bisa Dapat Insentif

    Sehingga, Suzuki menghadirkan produk baru dengan utilitas dan kualitas dengan mengutamakan kenyamanan pengendara. Hal ini dengan merancang jok pengendara berbentuk tandem yang bisa memberikan kenyamanan yang tidak kalah dari kompetitor. Apalagi motor ini menggunakan mesin dan sasis dari Suzuki GSX-R150 yang sudah dikenal memiliki performa tinggi. "Suzuki GSX150 Bandit ini sangat cocok digunakan untuk beraktifitas harian hingga digunakan untuk menikmati perjalanan jauh seperti touring," ujarnya.

    Tempo menjajal motor baru garapan Suzuki ini memang memiliki desain baru namun bukan yang terbaru. Dari desain lampu depan akan mengingatkan kita pada headlamp LED motor underbone Suzuki yang laris manis di pasar yaitu Suzuki Satria F150 Fuel Injection. Bedanya, pada Suzuki GSX150 Bandit ini tidak menggunakan visor. Pada penunjuk kecepatan juga sama persis dengan generasi sebelumnya sudah full digital tidak ada perubahan, tetap mudah dipantau dan fiturnya lengkap. Lanjut pada sisi belakang, Suzuki GSX150 Bandit menggunakan lampu belakang lagi-lagi menggunakan desain Satria F150 yang belum LED masih bulb, bedanya lampu sein kini dipisah layaknya motor sport.

    Ketika Tempo yang memiliki tinggi badan 160 sentimeter terpaksa harus jinjit karena memiliki tinggi jok 790 milimeter. Meski kaki tidak menapak sempurna ke aspal, namun motor masih bisa dikendalikan dengan baik dan tidak terlalu merepotkan. Apalagi berat motor hanya sekitar 135 kilogram menjadikannya tidak membuat kerepotan bagi pengendara dengan tinggi badan pas-pasan.

    Sejumlah petinggi Suzuki meluncurkan Suzuki GSX150 Bandit di Telaga Sampireun Ancol, Jumat 5 Oktober 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Sensasi berada diatas motor memberikan kenyamanan dengan jok yang empuk. Ketika meraih setang motor terasa lebih nyaman karena tangan masih santai. Hanya saja, sensasi sporty masih terasa dengan posisi footpeg masih agak ke belakang. Dibandingkan kompetitor Honda CB150R Street Fire, Tempo merasakan Honda memang 'pegangannya' lebih santai karena setang sedikit lebih tinggi namun tidak terlalu berbeda, Suzuki Bandit tetap nyaman.

    Kunci motor diputar akan terdengar suara pompa injeksi dan kemudian disusul kipas radiator yang nyaring namun bagi Tempo tidak terlalu mengganggu. Suara serupa juga ditemukan pada motor injeksi lainnya, namun suaranya tidak sekecang ini atau bisa jadi karena Tempo menggunakan motor yang sudah panas usai dipakai test rider sebelumnya. Untuk menghidupkan motor ini, Tempo cukup menekan tombol starter sekali saja mesin langsung menyala dengan adanya teknologi Suzuki Easy Start System. Suara mesin halus, ketika mesin digeber penunjuk putaran mesin sangat cepat naik menuju red line mencapai 13.000 rpm.

    Baca: Ini Perbedaan Suzuki Bandit dan Suzuki GSX-S150

    Saat masuk gear satu, motor segera berjalan, kopling ditekan untuk masuk gear 2 perpindahannya sangat halus tidak ada gejala nyangkut atau keras. Pada gear selanjutnya pun perpindahannya sangat mulus. Bermodal mesin overbore dengan konfigurasi diameter piston 62 mm dan langkah 48,8 mm terasa memberikan nafas yang panjang. Maklum, mesin warisan dari GSX-R150 ini memiliki power terbesar di kelasnya dengan 14,1 Kw (19,3 Hp) pada putaran mesin 10.500 rpm dan torsi 14 Nm pada putaran 9.000 rpm.

    Menjajal di jalan seputar Ancol, Tempo mencoba membejek gas Suzuki GSX150 Bandit nafas mesin terasa tidak habis-habis mencapai sekitar 80 kilometer per jam di indikator kecepatan. Situasi jalan tidak memungkinkan menjajal kecepatan puncak. Hanya saja putaran awal, Tempo merasakan masih sedikit kalah dari kompetitor seperti Honda CB150R dan Yamaha Vixion. Maklum kedua motor kompetitor ini memiliki konfigurasi overstroke yang lebih nyaman menghadapi kemacetan di jalan.

    Mesin overbore Suzuki GSX150 Bandit tetap nyaman digunakan di kemacetan Jakarta dengan ditunjang bodi yang kompak dengan panjang 2.000 mm, lebar 745 mm dan tinggi 1.035 mm kanfigurasinya tidak berbeda jauh dengan kompetitor. Honda CB150R memiliki dimensi 2.019 mm x 719 mm x 1.039 mm dan Yamaha Vixion 1.925 mm x 720 mm x 1.030 mm. Soal jarak sumbu roda, Suzuki GSX150 Bandit sama dengan Yamaha Vixion 1.300 mm, sedangkan Honda CB150R memiliki desain lebih pendek hanya 1.293 mm. Jarak terendah ke tanah Suzuki GSX150 Bandit lebih pendek 150 mm dibandingkan Honda CB150R 169 mm dan Yamaha Vixion 165 mm.

    Soal Handling, Suzuki GSX150 Bandit memberikan kombinasi yang pas. Dimensi yang kompak dengan setingan suspensi cukup stabil dicoba meliuk-liuk dan menikung di kawasan Ancol. Tidak ada gejala slip, meski masih menggunakan ban bawaan IRC. Suspensi pun mantap saat digunakan melaju diatas 70 kilometer per jam pada jalan aspal. Dipakai melewati jalan berkonblok yang tak rata, Tempo merasakan suspensi bekerja dengan baik tidak ada suspensi mantul terlalu empuk, pas dan sangat nyaman. Bahkan saat melewati gundukan kecil atau polisi tidur masih terasa mantap.

    Sistem pengereman pun sangat mudah menghentikan laju kendaraan ini. Suzuki GSX150 Bandit dibekali petal disk brake pada bagian depan maupun belakang. Hampir semua kompetitor juga menggunakan sistem yang serupa. Sistem pengereman pun memberikan kenyamanan dengan tuas yang empuk saat ditekan.

    Baca: Bermodal Fitur Ini, Suzuki Bandit Diharapkan Lebih Laris dari GSX

    Bagi pembonceng, Suzuki GSX150 Bandit memiliki posisi duduk yang lebih ramah dibandingkan dua kakaknya. Jok yang berbentuk tandem dan empuk memberikan kenyamanan. Posisinya tidak terlalu nungging, memang agak naik namun masih sangat mudah untuk memeluk sang rider. Dengan konfigurasi ini, pengendara akan merasakan kenyamanan untuk perjalanan jauh. “Untuk membuktikan kenyamanannya, Suzuki akan mengelar touring sejauh 10.000 kilometer dengan melibatkan 13 orang anggota komunitas,” kata Market Relations Section Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Banggas F Pardede.

    SIS menawarkan harga yang sangat kompetitif jagoan baru Suzuki ini. Suzuki GSX150 Bandit dapat segera dimiliki oleh calon konsumen di jaringan penjualan sepeda motor Suzuki dengan harga Rp 26 juta (on the road DKI Jakarta). Harga ini sama dengan kakaknya GSX-S150. Dibandingkan kompetitor harga Suzuki Bandit masih dibawah Honda CB150R yang dijual Rp 26,7 juta dan Yamaha Vixion dibanderol Rp 26,5 juta. "Kami memberikan pilihan bagi konsumen," kata Yohan.

    Suzuki GSX150 Bandit hadir dengan pilihan warna yang dapat disesuaikan dengan ekspresi, antara lain Metal/ic Matte Titanium Silver, Brilliant White Aura Yellow, Stronger Red Titanium Black dan Titanium Black. Perpaduan warna tersebut dipadu desain yang gagah menjadikan Suzuki GSX150 Bandit sebagai pusat perhatian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.