Jumat, 19 Oktober 2018

Modif Belum Tuntas dan Suka Mogok Berani Tampil di Kustomfest

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Holden Torana LJ 1972 itu mengaku nekat mengikuti kontes Kustomfest. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Holden Torana LJ 1972 itu mengaku nekat mengikuti kontes Kustomfest. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - seluruhnya mobil atau motor yang mejeng dalam ajang modifikasi terbesar Indonesia Kustomfest 2018 Yogya sudah rampung 100 persen pengerjaannya. Sejumlah builder mengaku nekat tetap membawa mobil atau motornya dalam ajang itu meski masih menyimpan berbagai PR alias belum tuntas kustomnya.

    Misalnya Remi Parulian asal Solo Jawa Tengah. Builder yang membawa mobil custom Holden Torana LJ 1972 itu mengaku nekat mengikuti kontes Kustomfest dengan mesin yang dinilainya masih bermasalah.

    Baca: Ke Kustomfest Naik Honda C70, Anak Kos Ini Pulang Boyong Harley

    "Mobil ini baru selesai custom, di perjalanan masih ada trouble, mogok, tapi saya paksakan tetap ikut event ini," ujar Remi ditemui di sela event Kustomfest Minggu 7 Oktober 2018.

    Remi menuturkan dalam event ini ia melakukan modifikasi penuh pada Holden klasiknya terutama dengan mengganti mesinnya dengan small block V8 Chevrolet 350 CI 5700 cc. Mesin besar itu menyembul keluar dan menbuat bagian kap depan diberi lubang sebagai penambah ruang.

    Penggunaan mesin V8 itu sebenarnya proyek coba-coba Remi karena melihat beberapa custom Holden rekannya bisa cocok. Ia pun menjajal menerapkan V8 meski sadar Holden Torana beda dengan Holden lain karena memiliki mesin berkapasitas kecil dengan ruang yang kecil pula.

    "Saya harus ubah total untuk tanam V8 ini agar tetap bisa masuk," ujar Remi yang menghabiskan Rp 100 juta demi menyematkan mesin V8 itu. Untuk body sendiri dipertahankan bentuk aslinya. "Ini baru pertama saya ikutkan kontes," ujarnya.

    Baca: Kustomfest: Ditemukan Ala Bangkai, VW Ini Sekarang Berasa Porsche

    Sedangkan Eka Nugraha dari bengkel Eka Jaya Purwakarta mengaku juga belum tuntas menggarap pikap Chevrolet 1948 atau dikenal Chevy lele karena bentuknya mirip ikan lelenya.

    Mobik pikap Chevrolet 1948 atau dikenal Chevy lele. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    "Ada sejumlah spare part dari Amerika yang diorder sampai tiga kali nggak datang-datang juga, akhirnya kami harus tampilkan apa adanya dengan custom karena event ini sudah dimulai," ujar Eka.

    Eka mengatakan berbagai komponen impor yang tak kunjung datang itu seperti gagang pintu, kaca pintu, kaca samping dan beberapa spare part original Chevy 1948 itu.

    Chevy lele itu masih mempertahankan warna besinya tanpa cat. Mesinnya tersemat small block V8 Chevrolet 350 CI yang sudah di-bore up sehingga kapasitas mesinnya terdongkrak hingga 6200 cc.

    Baca: Kustomfest 2018: Uniknya Miniatur Mobil Modif Ditawar Rp 3 Juta

    Untuk memberi aksen Chevy 1948 sebagai mobil transport pedesaan ala Amerika, bak rendah berbahan kayu jati pun menghiasi bagian belakang. Hanya saja yang menarik roda roda belakang Chevy itu menggunakan ban tapak lebar dengan lebar 12 inch didukung ring 18. "Mungkin setelah event ini semua disempurnakan, dari cat sampai spare partnya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.