Jumat, 19 Oktober 2018

Minat Hobi Modifikasi? Simak Tip dan Tantangannya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil pikap kuno Chevrolet Apache 320 tahun 1956 garapan bengkel Icon Surabaya yang mencuri perhatian pengunjung Kustomfest 2018 di Yogya. Custom mobil ini menghabiskan biaya hingga Rp 1 miliar lebih. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Sebuah mobil pikap kuno Chevrolet Apache 320 tahun 1956 garapan bengkel Icon Surabaya yang mencuri perhatian pengunjung Kustomfest 2018 di Yogya. Custom mobil ini menghabiskan biaya hingga Rp 1 miliar lebih. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dunia modifikasi alias kustom memang tak pernah ada matinya. Terlebih saat ini di Indonesia makin banyak ajang bagi para pecinta motor dan mobil kustom untuk unjuk diri melalui karya-karya terbaiknya.

    Dunia kustom yang ditekuni benar pun bisa menghasilkan rupiah sehingga tak hanya pemilik kendaraan kustom, bengkel-bengkel yang berfokus pada bidang modifikasi juga makin menjamur.

    Lantas bagaimana caranya bagi pecinta otomotif yang berniat memasuki dunia kustom?

    Baca: Kustomfest 2018, Kawasaki Tawarkan Paket Modifikasi W175

    Erman Winata, pemilik bengkel kustom mobil yang berbasis di Surabaya- Icon Autoworks menuturkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memasuki dunia kustom.

    “Yang jelas pertama harus siap konsep dan juga siap anggaran untuk mewujudkan konsep itu,” ujar Erman, ditemui di sela ajang Kustomfest 2018 di Yogyakarta Minggu petang 7 Oktober 2018.

    Erman menuturkan, antara konsep dan anggaran saling berhubungan erat. Sebab konsep kustom yang diusung bakal menentukan besaran anggaran yang harus dikeluarkan pemilik.

    Motor custom garapan bengkel Queenlekha Choppers menjadi salah satu motor yang menarik perhatian dalam Kustomfest 2018 di Yogya. Tempo/Pribadi Wicaksono

    “Jangan sampai terjadi, konsepnya sudah kuat tapi belum siap anggarannya sehingga malah macet di tengah jalan penggarapannya,” ujar pria yang Chevrolet Apache 320 garapan bengkelnya sempat menjuarai kategori Best Pick Up dan Mooneyes Pick pada Kustomfest 2018 itu.

    Dunia kustom, ujar Erman, memiliki ragam garapan. Mulai custom bodyworks, fabrication, body loss painting, custom engine, dan lainnya.

    Baca: Kustomfest 2018: Deretan Sepeda Custom Ikut Curi Perhatian

    Namun yang patut diingat, ujar Erman, tak semua bengkel custom berani menyediakan sparepart. Salah satu kendala tak terduga yang dialami para builder tanah air ketika mereka mendapat konsep yang mengharuskan import sparepart karena barangnya tak ada di Indonesia.

    Kadang kala sparepart yang dipesan datangnya tak pasti atau sering kosong. Padahal pemilik kendaraan sudah siap konsep dan anggarannya.

    “Referensi bengkel custom ikut menjadi faktor untuk kustom, karena berkaitan dengan ketersediaan sparepart untuk mewujudkan konsep,” ujarnya.  

    Demi menyiasati persoalan itu, mau tak mau bengkel pun harus menyediakan stok. Hal ini juga dilakukan Icon Autoworks yang memilih melengkapi stok sparepart impor yang sedang digandrungi pecinta kustom. Misalnya saja mesin V8 yang kembali naik daun.

    Tak hanya menyediakan mesin, body dan chasis original beberapa merek mobil pun kini juga mulai banyak ikut disediakan bengkel. Sehingga ketika konsumen yang tertarik tinggal ingin membangunnya dengan mesin dan sparepart pilihannya.

    Baca: Kustomfest 2018: Gagahnya Pesawat Pertama Buatan Indonesia

    Icon Autoworks sendiri mengaku memilih menyediakan body chasis original dari seri seri mobil bergaya klasik. Seperti Ford Mustang 1967, Cheverolet 1948 atau Chevy Lele, hingga Cheverolet 320 Stella yang berjenis pikap.

    Builder kawakan yang juga pendiri bengkel custom motor Jakarta, Imaginering Custom, Tedja Wijaya, menuturkan, bagi pemula yang dibutuhkan pertama untuk terjun dalam dunia kustom adalah memiliki taste terlebih dahulu.

    “Kadang orang paham soal seluk beluk membangun motor, tapi nggak punya taste bagus, bagaimana agar karyanya itu bagus dilihat,” ujar pria yang langganan juara dalam ajang Kustomfest itu.

    Taste atau citarasa untuk menampilkan motor modif artistic ini, perlu dimiliki agar karya yang dibuat nyambung. Baik dari depan, tengah, dan belakang.

    “Harus paham juga ‘know- how’soal elektrikal, jangan sampai motor dibongkar semua tapi setelah dibangun ulang sistem elektrikalnya malah amburadul,” ujar Tedja yang spesialis dalam kustom aliran bagger tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.