Kisah Bengkel Modif Kustom dari Kamar Kos hingga Tenar di Solo

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang mekanik bengkel sedang memodifikasi sepeda motor di bengkel Rich Richie Ride Garage, Mojosongo, belum lama ini. Sumber: bisnis.com

    Seorang mekanik bengkel sedang memodifikasi sepeda motor di bengkel Rich Richie Ride Garage, Mojosongo, belum lama ini. Sumber: bisnis.com

    TEMPO.CO, Solo - Industri kreatif lewat bengkel modifikasi sepeda motor aliran custom makin diminati masyarakat. Mulai dari scrambler, bobber, japstyle, hingga chopper. Bahan sepeda motor custom pun tidak melulu mesin berkubikasi besar yang biasanya keluaran Eropa maupun Amerika. Motor besutan Jepang dan India juga banyak dijadikan bahan modifikasi, sebut saja keluarga Honda dengan generasi mesin GL, Yamaha Scorpio, dan Suzuki Thunder.

    Peminat motor custom, Premana, mengatakan setiap orang memiliki keinginan sendiri-sendiri dalam memilih kendaraan. Melalui modifikasi, orang bisa merubah tampilan kendaraannya sesuai karakter masing-masing. Itulah alasan yang membuatnya menyukai motor custom. "Awalnya karena tertarik melihat motor modifikasi milik teman. Kok aneh, dilihat saat di jalan juga terlihat berbeda," kata pria warga Sukoharjo tersebut saat ditemui JIBI di Solo belum lama ini.

    Baca: Ke Kustomfest Naik Honda C70, Anak Kos Ini Pulang Boyong Harley

    Selanjutnya dia membeli motor Honda GL100 bekas dan dibawanya ke bengkel modifikasi. Konsep scrambler yang dia pilih untuk kendaraannya. "Jadi seperti trail. Awalnya tampilannya sudah hancur, kemudian dibangun lagi," kata dia.

    Dia mengakui dengan memodifikasi kendaraan, biaya yang dikeluarkan lebih banyak dibandingkan membeli motor baru. "Tapi lebih puas dan sesuai karakter," kata dia.

    Penggemar motor custom juga dari berbagai kalangan. Tak terkecuali Presiden Joko Widodo atau Jokowi pernah membeli motor modifikasi honda berbodi ukiran tembaga. Selain itu, Kepala Negara juga membeli motor chopper dan mengendarainya beberapa waktu lalu.

    Banyaknya peminat motor custom itu pun disambut baik oleh pelaku bisnis motir custom. Eko Sutanto dari Rich Richie Ride Garage, bengkel modifikasi yang berlokasi di Mojosongo, mengatakan perkembangan motor custom di Indonesia termasuk Solo saat ini sudah cukup bagus.

    Baca: Kustomfest 2018, Kawasaki Tawarkan Paket Modifikasi W175

    Hal itu terbukti dengan sudah banyaknya kendaraan custum yang berseliweran di jalanan Solo. Bahkan peminat motor custom tersebut berasal dari berbagai kalangan. Dia mengaku sudah pernah mendapatkan permintaan untuk menggarap motor custom dari seorang mahasiswa, pelajar, dokter bahkan anak Presiden.

    "Bahkan saat ini sudah banyak iklan beberapa brand yang menampilkan motor custom di dalamnya. Itu menunjukkan bahwa motor modifikasi sudah dikenal," kata dia.

    Eko memulai usaha modifikasi motor tersebut sejak 2010 lalu di sebuah kamar indekos saat masih kuliah. Bermula dari hobi mengotak-atik motor, dia saat itu mengubah Honda Tiger menjadi kendaraan dengan konsep bobber. Hasil karyanya itu kenudian diunggah di forum online dan dilirik oleh konsumen pertamanya. Sejak saat itu permintaan custom pun mengalir.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.