Mobil Esemka Akan Mengandalkan Komponen Impor Asal Cina

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa SMK 2 Surakarta membongkar pintu mobil Esemka di Solo Techno Park, Rabu (21/3). TEMPO/Ukky Primartantyo

    Siswa SMK 2 Surakarta membongkar pintu mobil Esemka di Solo Techno Park, Rabu (21/3). TEMPO/Ukky Primartantyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Putu Juli Ardika mengungkapkan produksi mobil Esemka akan mengandalkan sebagian impor komponen dari Cina. “Saya tidak tahu secara keseluruhan. Saya dengar sebagian importasi komponen katanya dari Cina,” katanya kepada Bisnis, Kamis, 11 Oktober 2018.

    Baca: 
    Cerita Sukiyat Merancang Mobil Esemka Mirip Pikap Mitsubishi
    Mobil Esemka Pakai Nama Garuda, Borneo, Bima, dan Digdaya

    Dia menambahkan, belum ada informasi terkait dengan tingkat komponen dalam negeri pada kendaraan bermotor mobil Esemka. Hanya, mobil Esemka akan terus mengupayakan penggunaan komponen produksi dalam negeri melalui part by part. “Itu yang disampaikan, dan perusahaan juga meminta informasi serta agar dapat dipertemukan dengan industri komponen KBM (kendaraan bermotor mobil),” ujarnya.

    Dia menjelaskan, pemenuhan kebutuhan komponen impor untuk keperluan produksi dapat dilakukan menggunakan importasi secara terurai utuh (completely knock down) atau terurai sebagian (incompletely knock down). Kondisi tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 34 Tahun 2017 juncto Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 5 Tahun 2018 tentang Industri Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih.

    “Di luar itu, importasi pemenuhan kebutuhan impor dilakukan melalui part by part. Untuk mobil Esemka, kebutuhan komponen impornya dilakukan melalui part by part,” ucap Putu.

    Baca: Rudyatmo Berharap Mobil Esemka Bisa Jadi Mobil Rakyat

    Kementerian Perhubungan memastikan delapan tipe mobil Esemka telah mengantongi sertifikat uji tipe (SUT). “Kami telah mengeluarkan SUT untuk kendaraan merek Esemka sebanyak delapan tipe,” ujar Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pitra Setiawan, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Kedelapan tipe mobil Esemka tersebut adalah Garuda I 2.0 (4x4) MT, Bima 1.3 L (4x2) M/T, Bima 1.0 (4x2) M/T, Niaga 1.0 (4x2) M/T, Bima 1.8D (4x2) M/T, Bima 1.3 (4x2) M/T, Borneo 2.7D (4x2) M/T, dan Digdaya 2.0 (4x2) M/T.

    Jenis mobil tersebut mencakup mobil penumpang, kendaraan angkutan barang bak terbuka, minibus, dan kendaraan angkutan kabin ganda. Sebagian dilengkapi dengan mesin berbahan bakar bensin, sebagian lain berbahan bakar solar.

    Baca: Mobil Esemka Baru Mau Meluncur, Mobnas Vietnam Sudah Mendunia

    Mobil Esemka tersebut hanya berstandar Euro 2. Jadi empat di antaranya yang bermesin bensin dipastikan tidak bisa diproduksi massal karena berstandar Euro 2. Sebab, sejak 7 Oktober 2018, semua mobil baru bermesin bahan bakar bensin wajib berstandar Euro 4.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.