Mar`uf Amin: Sudah Seharusnya Indonesia Punya Mobil Nasional

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KH Maruf Amin dilahirkan di Tangerang, Banten, pada 11 Maret 1943. Selain menjadi ulama dan kiai, ternyata Maruf juga aktif sebagai politikus. Dok. TEMPO

    KH Maruf Amin dilahirkan di Tangerang, Banten, pada 11 Maret 1943. Selain menjadi ulama dan kiai, ternyata Maruf juga aktif sebagai politikus. Dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin kembali menyinggung soal program mobil nasional dalam lawatannya ke Pondok Pesantren Krapyak, Minggu, 14 Oktober 2018.

    "Adanya program mobil nasional saya kira akan bagus untuk kita," ujar Ma'ruf saat ditanya awak media di sela lawatannya.

    Hanya saja Maruf masih irit bicara soal hal itu. Ma'ruf hanya mengatakan sudah saatnya Indonesia mencoba memiliki mobil nasional sendiri saat ini.

    Baca: Mobil Esemka Akan Mengandalkan Komponen Impor Asal Cina

    "Kita coba mobnas itu, sudah seharusnya kita memiliki mobnas itu," ujarnya singkat.

    Dalam kesempatan itu, kepada para santri dan tokoh yang hadir Maruf menyatakan akan mendukung penuh landasan-landasan program ekonomi yang sudah dirintis Presiden Jokowi sejak menjabat sebagai presiden.

    Dukungan kepada program perekonomian Jokowi itu diwujudkan dengan cara menyempurnakan fondasi program ekonomi yang dibangun agar menciptakan lompatan lompatan kemajuan yang lebih pesat demi kesejahteraan masyarakat.

    Baca: Mobil Esemka Pakai Nama Garuda, Borneo, Bima, dan Digdaya

    Ma'ruf sebelumnya sempat menyebut mobil Esemka yang pernah dirintis Joko Widodo atau Jokowi akan diluncurkan pada Oktober ini.

    "Bulan Oktober nanti akan diluncurkan mobil nasional bernama mobil Esemka, yang dulu pernah dirintis oleh Pak Jokowi. Akan diproduksi besar-besaran," kata Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Jember, 27 September 2018 lalu.

    Ma’ruf saat di Jember itu juga sempat menyatakan impiannya bagaimana membuat mobil ASEAN, yang bahannya ada yang dibikin di Indonesia, di Malaysia, atau di Vietnam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.