Januari-September 2018: Penjualan Mobil Naik 10,85 persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Booth Honda di GIIAS 2018. 3 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Booth Honda di GIIAS 2018. 3 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia mencatat, penjualan ritel kendaraan bermotor mobil di dalam negeri masih menunjukkan tren positif hingga bulan ke sembilan tahun ini. Namun, sejumlah faktor seperti kondisi politik yang memanas perlu diwaspadai.

    Penjualan ritel kendaraan bermotor mobil dalam daftar Gaikindo menunjukkan bertumbuh sebesar 10,85 persen pada Januari—September 2018 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari 768.120 unit menjadi 851.430 unit. 

    Kendaraan beroda empat yang mencatatkan penjualan ritel positif pada Januari—September tahun ini antara lain, Daihatsu, Mitsubishi Motors, Suzuki, Mitsubishi Fuso, Hino, Isuzu, Wuling, Hyundai, DFSK, UD Trucks, dan sebagainya.

    Sementara merek kendaraan yang tercatat penjualan ritelnya lebih rendah pada sembilan bulan tahun ini seperti Toyota, Honda, Datsun, Nissan, Chevrolet, dan sebagainya. 

    Baca: Dolar Menguat, Harga Mobil Honda Rakitan Lokal Tetap

    Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi, mengungkapkan peningkatan pertumbuhan penjualan mobil (ritel) yang terjadi sepanjang sembilan bulan tahun ini lantaran terdapat perbaikan kondisi ekonomi di dalam negeri.

    “Kalau saya bilang ekonomi Indonesia membaik, ada pertumbuhan,” kata Yohannes kepada Bisnis, Minggu, 14 Oktober 2018. 

    Selain perekonomian, dia menambahkan, harga komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit yang membaik juga menjadi salah satu penyebab pertumbuhan penjualan ritel kendaraan bermotor mobil di dalam negeri dan suku bunga yang masih rendah juga menjadi faktor pendorong.

    Meskipun begitu, dia menilai terdapat faktor-faktor negatif yang mulai terjadi selain faktor positif pada penjualan kendaraan bermotor mobil di dalam negeri, seperti situasi politik yang mulai memanas.

    Kemudian, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus melemah, dan kebijakan pemerintah yang mulai menaikkan suku bunga acuan.

    Baca: Perang Dagang dengan AS Akibatkan Penjualan Mobil di Cina Anjlok?

    Kondisi-kondisi tersebut membuat beberapa agen pemegang merek mulai menaikkan harga kendaraan bermotor mobilnya di dalam negeri, dan membuat penjualan ritel pada September 2018 sedikit lebih turun dibandingkan Agustus 2018.

    “Daya beli masih cukup stabil walaupun September cukup turun, harga mobil naik, suku bunga naik,” katanya.

    Selain itu, lanjutnya, kendaraan-kendaraan model baru yang dikeluarkan oleh beberapa agen pemegang merek juga tercatat mempengaruhi kinerja penjualan ritel APM tersebut. Menurutnya, mobil baru sangat memengaruhi penjualan ritel.

    Dia meyakini, target penjualan kendaraan bermotor mobil di dalam negeri masih akan berada pada kisaran 1,1 juta unit pada penghujung tahun ini

    Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengungkapkan, penjualan ritel Honda yang lebih rendah pada Januari—September 2018 lantaran tidak ada model baru yang dapat mendorong pertumbuhan pasar otomotif.

    Baca: Ganjil Genap di Jakarta, Penjualan Mobil Bekas Naik 20 Persen

    “Pengenalan HR-V baru dan Brio baru tentunya diharapkan akan menumbuhkan penjualan,” katanya.

    Saat ini, dia menilai, daya beli masyarakat menengah ke atas lebih tertahan, sedangkan menengah ke bawah masih berjalan baik. Mereka, lanjutnya lebih berhati-hati dan melakukan penundaan dalam melakukan pembelian.

    Dia mengatakan, banyak kekhawatiran pada pasar otomotif lantaran kondisi nilai tukar rupiah, suku bunga yang naik, dan sebagainya. “Secara umum pasar otomotif kami rasakan berjalan stagnan,” katanya.

    Selain itu, lanjutnya juga terdapat beberapa hal yang bertambah baik seperti kondisi pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur yang berjalan lancar, inflasi yang terjaga, dan kebijakan yang terarah.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.