Penjualan Sepeda Motor 2018 Merek Jepang Naik, TVS Anjlok

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan perakitan unit sepeda motor di pabrik AHM, Karawang, Jawa Barat, 3 November 2016. All New Honda CBR250RR diketahui dibekali mesin generasi baru 250cc liquid-cooled 4-stroke DOHC 8-valve, paralel twin cylinder, yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 27,1 kW (36,8 PS) / 12.500 rpm dan torsi maksimum hingga 22,5 Nm (2.29 kgf.m) / 10.500 rpm. ANTARA FOTO

    Pekerja menyelesaikan perakitan unit sepeda motor di pabrik AHM, Karawang, Jawa Barat, 3 November 2016. All New Honda CBR250RR diketahui dibekali mesin generasi baru 250cc liquid-cooled 4-stroke DOHC 8-valve, paralel twin cylinder, yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 27,1 kW (36,8 PS) / 12.500 rpm dan torsi maksimum hingga 22,5 Nm (2.29 kgf.m) / 10.500 rpm. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan sepeda motor mencatatkan kinerja positif pada 9 bulan 2018. Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mencatat distribusi kendaraan roda dua di dalam negeri sepanjang sembilan bulan tahun ini bertumbuh 8,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan pertumbuhan itu, asosiasi menaikkan targetnya di akhir tahun.

    Berdasarkan data AISI, distribusi sepeda motor pada Januari—September mencapai 4,7 juta unit atau lebih tinggi 381.990 unit dibandingkan distribusi pada periode yang sama tahun lalu, yakni 4,3 juta unit.

    Baca: 4 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Motor Matik Bekas

    Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki – masih dalam data AISI – mencatatkan kinerja positif pada sembilan bulan tahun ini dengan masing-masing pertumbuhan mencapai 9,3 persen, 7,9 persen, 3,2 persen, dan 4,2 persen.

    Berbeda dengan 4 merek tersebut, total distribusi yang dilakukan oleh TVS dari Januari sampai September tahun ini tercatat lebih rendah 71,6 persen dibandingkan distribusi pada sembilan bulan tahun lalu.

    Ketua Umum AISI Johannes Loman mengungkapkan, pencapaian distribusi kendaraan bermotor roda dua hingga September 2018 membuat pihaknya merevisi target distribusi sepanjang tahun ini menjadi 6,25 juta—6,3 juta unit.

    Pada awal tahun, asosiasi memperkirakan penjualan kendaraan roda dua sepanjang tahun ini sebanyak 6 juta—6,1 juta unit. Sepanjang 2017, distribusi kendaraan roda dua mencapai 5,89 juta unit. “Kami yakin market lebih baik dari tahun lalu,” kata Johannes di Jakarta, Senin 15 Oktober 2018.

    Dia menjelaskan, daya beli masyarakat dan membaiknya harga-harga komoditas menjadi salah penyebab peningkatan pertumbuhan penjualan sepeda motor di dalam negeri pada 9 bulan tahun ini.

    Tidak hanya itu, model-model baru yang dikeluarkan oleh para pemegang merek kendaraan roda juga menjadi salah satu faktor mengingat model baru mampu menjaga kenaikan permintaan di pasar domestik.

    Baca: Bore Up di JRT Workshop Bikin Motor Ngacir, Mulai Rp 1 Jutaan

    Menurutnya, industri kendaraan bermotor roda dua di dalam negeri memiliki peran penting terhadap perekonomian Indonesia, baik dari tenaga kerja maupun pajak yang dibayarkan kepada pemerintah.

    Ketua Bidang Perdagangan AISI Sigit Kumala mengungkapkan daya beli masyarakat dapat yang terjaga hingga September tahun ini lantaran para pemegang merek tidak menaikkan harga kendaraannya meskipun rupiah mengalami pelemahan.

    Menurutnya, pasar akan kaget jika para pemegang merek melakukan penyesuaian terhadap kendaraan roda karena pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. “Kan kami masih menahan [kenaikan harga]. Kalau nanti kita adjust mengikuti [pelemahan nilai tukar rupiah], pasar seketika shock,” katanya.

    Selain itu, dia menambahkan, pihaknya berharap kemarau yang terjadi di dalam negeri tidak berkepanjangan sehingga membuat penyerapan distribusi kendaraan roda dua di dalam negeri dapat terus membaik pada tahun ini.

     BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.