Begini Cara Astra Honda Siapkan Lulusan SMK yang Mumpuni

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Praktek uji unit siswa SMK pada ajang Astra Honda Skill Contest for Vocational School 2018 ke-9 di Plant III AHM MM2100 di Cikarang. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Praktek uji unit siswa SMK pada ajang Astra Honda Skill Contest for Vocational School 2018 ke-9 di Plant III AHM MM2100 di Cikarang. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Honda Motor kembali mengelar ajang mencari siswa terbaik lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK yang memiliki kompetensi teknik sepeda motor. Kegiatan ini dikemas dalam Astra Honda Skill Contest for Vocational School 2018 ke-9. Ajang ini melibatkan 40 siswa terpilih dari 29.735 siswa yang mendaftar dari 638 sekolah binaan AHM yang sudah menerapkan Kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor.

    Baca: Dipajang di Kustomfest, Inden Honda Super Cub 125 Melonjak

    Sebanyak 40 siswa tersebut akan mengikuti sejumlah tes materi dan praktek. Diantaranya menyelesaiakan dua tes praktek yaitu tes meja dan praktek unit. Hal ini untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap dengan dunia kerja.

    Tes meja terdiri dari 5 masalah yang harus diselesaikan yaitu smart key, pasang rantai keteng, diagram kelistrikan, bongkar pasang cvt, dan shockbreaker. Setiap materi harus bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 10 menit. "Penilaian akan dilihat dari penerapan SOP, penggunaan tools, waktu yang dibutuhkan dan kebersihan," kata Danang Priokumoro, Ketua Penguji Meja.

    Praktek meja siswa SMK pada ajang Astra Honda Skill Contest for Vocational School 2018 ke-9 di Plant III AHM MM2100 di Cikarang. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Selanjutnya, siswa harus bisa menyelesaikan masalah pada unit motor yaitu Honda Beat yang mengalami kerusakan mati total dan Honda Revo yang wajib menjalani perawatan rem dan saluran bahan bakar. Ketua Juri Praktek Uji Muhammad Syarifuddin mengatakan siswa diberikan kesempatan menyelesaikan masalah dalam waktu 30 menit. Penilaian diberikan berdasarkan kerapian dan kebersihan. "Kebanyakan siswa masih gugup dan demam panggung. Padahal kalau sudah tes, mereka sebenarnya tahu apa yang harus dilakukan," ujarnya.

    Direktur HR, GA, IT AHM Markus Budiman mengatakan setelah mengimplementasi kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, kini saatnya perusahaan mengalibrasi dan menguji kompetensi para siswa sehingga kualitas lulusannya kelak semakin mumpuni dalam persaingan dunia industri otomotif. "Peran serta industri otomotif roda dua semakin strategis terhadap dunia pendidikan dan vokasi industri. Kami berharap kegiatan ini mampu memenuhi kebutuhan terhadap program link and match dunia pendidikan," katanya.

    Baca: Honda Akan Pasarkan Super Cup 60th Anniversary Hanya 2.300 Unit

    General Manajer of Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin menambahkan para peserta kontes mekanik SMK ini harus mampu menjawab materi uji yanh sudah disesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini Honda. Tahapan ini dilakukan melalui tes teori, praktik meja sampai pemecahan masalah pada sepeda motor. "Kami harapkan mereka bisa bekerja di jaringan kami di AHASS dan main dealer atau bisa jadi wira usaha muda lewat Astra Enterpreunership," ujarnya.

    Nantinya, pemenang pertama akan mendapatkan beasiswa di Politeknik Astra hingga selesai kuliah dan adanya subsidi biaya hidup selama 3 tahun. Sedangkan pemenang kedua akan mendapatkan beasiswa Rp 5 juta dan pemenang ketiga beasiswa Rp 3 juta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.