Media Inggris Soroti Drag Jalanan Indonesia Pakai Sendal Jepit

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi drag jalanan yang dimuat di visordown.com media otomotif asal Inggris.

    Ilustrasi drag jalanan yang dimuat di visordown.com media otomotif asal Inggris.

    TEMPO.CO, Jakarta - Media otomotif Inggris, Visordown menulis tentang pembalap drag Indonesia yang masih minim dengan peralatan keamanan. Dalam tulisan yang diunggah pada Selasa 16 Oktober tersebut, menceritakan salah satu pembalap drag Indonesia, Eza Wira Atmaja. Eza dalam tulisan Visordwon menyebut remaja itu seperti kebanyakan anak seusianya.

    Baca: Mekanik Astra Honda Pakai Helm saat ARRC, Ini Alasannya

    Hanya bekas luka di wajah dan lengannya yang mengisyaratkan kegiatan kesehariannya, Eza yang membangun motor dan balap drag. Media Eropa itu menyebut, balapan yang dijalani Eza tidak seperti balapan untuk anak seperti motorcross atau supermoto yang dilaksanakan di Eropa bagi anak yang ingin membalap. Namun, Eza menjalani balap di jalanan umum dengan hanya menggunakan sandal jepit, celana pendek dan kaos.

    Motor yang digunakan adalah skuter dengan ban kurus atau ban cacing. Dalam lomba tersebut, dalam wawancara di video menyebut balapan itu mencapai kecapatan hingga nyaris menyentuh kecepatan 160 kilometer per jam. Keamanan tidak hanya ditunjukan untuk pembalap namun juga penontonnya yang kebanyakan remaja dan orang dewasa yang menyoraki para pembalap hanya berjarak beberapa sentimeter dari lintasan balap.

    Baca: ARRC: Awhin Sanjaya Menang, Rheza Danica Juara AP250

    Dengan ikut balapan jalanan itu, Eza disebut bisa mendapatkan uang US$ 380 atau Rp 5,7 juta jika dia menang. Media tersebut membandingkan dengan biaya hidup hanya $ 33 atau Rp 500 ribu, sehingga uang itu cukup banyak.

    VISORDOWN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.