Mercedes-Benz Sprinter Mejeng di 40 Tahun Hospital Expo 2018

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mercedes-Benz memamerkan Sprinter 315 CDI A2 dalam bentuk ambulan di perayaan 40 tahun Hospital Expo 2018 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada Kamis, 18 Oktober 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Mercedes-Benz memamerkan Sprinter 315 CDI A2 dalam bentuk ambulan di perayaan 40 tahun Hospital Expo 2018 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada Kamis, 18 Oktober 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Jakarta - Mercedes-Benz Sprinter 315 CDI A2 dipamerkan dalam bentuk ambulan dalam perayaan 40 tahun Hospital Expo 2018 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 17-20 Oktober 2018. Fleet market Sprinter kini tidak hanya dalam bidang travel dan pemerintahan saja,  tetapi merambah ke kendaraan medis.

    Key Account Manager Fleet, Used Car & Van PT Mercedes Benz Distribution Indonesia, Aldo Rais mengatakan Mercedes-Benz Sprinter yang dirubah dalam bentuk ambulan ini ditampilkan sebagai emergency transport. bukan hanya sebagai pasien transport tapi sudah emergency tranport.

    Baca: Mercedes-Benz CLS 350 Tak Lekang Waktu, Mesin Pakai EQ Boost

    “Emergency transport adalah kondisi di mana ketika pasien dalam keadaan darurat dan membutuhkan tindakan cepat. Ambulan ini bisa berhenti atau jalan dan melakukan tindakan di dalamnya,” ujarnya di JCC pada Kamis, 18 Oktober 2018.

    Mercedes-Benz memamerkan Sprinter 315 CDI A2 dalam bentuk ambulan di perayaan 40 tahun Hospital Expo 2018 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada Kamis, 18 Oktober 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Memiliki tinggi 1,9 meter, sehingga dokter atau tenaga medis bisa sangat nyaman untuk melakukan tindakan operasi kecil. Namun, bukan untuk operasi besar, karena harus dilakukan di rumah sakit.

    Menurut Aldo, medis di Indonesia juga sudah menuju yang namanya pre hospital, yaitu perawatan sebelum sampai di rumah sakit. Jadi kalau tiba-tiba membutuhkan emergency saat terjebak macet, bisa melakukan tindakan untuk menyelamatkan pasien di dalam ambulan Sprinter.

    Mercedes-Benz memamerkan Sprinter 315 CDI A2 dalam bentuk ambulan di perayaan 40 tahun Hospital Expo 2018 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada Kamis, 18 Oktober 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Rumah sakit yang memakai sprinter sudah cukup banyak, ada beberapa rumah sakit besar baik swasta mau pun pemerintah sebagai ambulan. “Sekitar 20 rumah sakit se Indonesia sudah menggunakan Sprinter yang tersebar di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, Padang, Bali, Surabaya, dan Semarang,” katanya.

    Baca: Tanaga Listrik Mercedes-Benz GLE Plug-in Hybrid Melaju Lebih Jauh

    Aldo menargetkan sebanyak-bayaknya untuk Sprinter yang dipakai untuk ambulan ini, karena menurut dia respon sangat bagus dan satu-satunya mobil emergency transport yang membuat nyaman tenaga medis dan pasien untuk melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan saat di jalan sebelum mencapai rumah sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.