Promo Tukar Tambah Dongkrak Penjualan Mobil Jelang Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil yang sudah di trade in dalam acara Daihatsu Festival & Trade In Day yang berlangaung selama satu hari di Astra Daihatsu BSD, Sabtu 20 Oktober 2018. Tempo/Muhammad Kurnianto

    Mobil yang sudah di trade in dalam acara Daihatsu Festival & Trade In Day yang berlangaung selama satu hari di Astra Daihatsu BSD, Sabtu 20 Oktober 2018. Tempo/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan mobil baru mengalami peningkatan dengan adanya pembeli mobil pertama dan konsumen yang ingin ganti kendaraan atau ingin naik kelas. Agen pemegang merek menangkap peluang dengan menggencarkan program trade-in dan trade-up. “Berdasarkan survei, permintaan mobil baru sebagai mobil pengganti terus meningkat,” ujar Customer Satisfaction and Value Chain Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Elvina Afny di Astra Biz Center, BSD, Tangerang, Sabtu 20 Oktober 2018.

    Permintaan mobil baru Daihatsu pada 2016 tumbuh sebesar 10,8 persen dan meningkat menjadi 11,2 persen pada tahun berikutnya. Adapun permintaan mobil baru secara nasional bertumbuh 14 persen pada 2016 dan setahun berikutnya bertumbuh 15,5 persen.

    Baca: Beragam Pilihan Mobil Bekas di Bawah Rp 100 Juta, Apa Saja?

    Atas dasar itulah, merek spesialis mobil kompak ini menggelar Daihatsu Festival & Trade-in Day serentak di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Karawang. “Tujuannya untuk memudahkan pelanggan memiliki mobil baru melalui tukar tambah dengan beragam kemudahan dan diskon harga,” ujar Elvina. Dia menambahkan, Daihatsu juga membuka sesi edukatif tentang nilai jual kembali sebuah kendaraan di ajang ini.

    Hal senada disampaikan Jodie O’tania, Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia. “BMW menghadirkan program trade-in & trade-up karena ada potensi di pasar tukar tambah.”

    BMW telah menggelar program trade-in & trade-up di ajang BMW Exhibition di Plaza Senayan, 12-14 Oktober, dan akan berlanjut di Bimfest 2018 di Semarang, 18 November. Program ini melibatkan mitra diler BMW Premium Selection.

    Selain memudahkan, program ini membuat harga mobil BMW lebih terjangkau berkat penawaran menarik. Ini adalah solusi bagi yang ingin meremajakan mobilnya dengan model terbaru BMW, seperti Seri 3, Seri 5, Seri 7 dan model BMW X seperti BMW X1 serta BMW X5.

    Penawaran ini tidak hanya pada mobil bermerek BMW, namun juga berbagai model dan tipe mobil lain. Dengan program ini, calon pengguna BMW memiliki solusi tambahan di luar bunga rendah hingga 5 tahun, garansi dan servis inklusif hingga 5 tahun, serta paket perpanjangan garansi.

    Baca: Sulit Menjual Mobil Bekas Meski Sudah Beriklan, Ini Penyebabnya

    Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat memilih menerima hasil penilaian kendaraannya dalam uang tunai untuk membeli mobil BMW di ajang itu.

    Potensi permintaan tukar tambah juga ditangkap Suzuki dengan membentuk Suzuki Auto Value. “Banyak konsumen yang ingin naik kelas dengan pembelian mobil baru melalui tukar tambah,” ujar Hendro H. Kaligis, Business Development Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

    Seperti program BMW, Auto Value juga tidak membatasi merek mobil tertentu yang akan ditukar.

    Suzuki menyatakan permintaan tukar tambah yang terus bertumbuh turut mendorong penjualan mobil barunya. Kontribusi unit ini akan meningkat seiring dengan perluasan jaringan. Saat ini Auto Value mengoperasikan dua outlet, yaitu di Tangerang dan di Jakarta Timur.

    “Selama 3 hari BMW Exhibition, kami dapatkan lebih dari 100 surat pemesanan kendaraan (SPK),” ujar Jodie. Dia mengakui bahwa program trade-in & trade up adalah salah satu cara meraih target penjualan sebanyak-banyaknya hingga pengujung tahun.

    Baca: GIIAS: Bisnis Jual Beli Mobil Bekas Suzuki Naik Hingga 30 Persen

    Tak hanya BMW, strategi itu juga diakui Daihatsu. Marketing and CR Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso mengatakan, penjualan Daihatsu sepanjang Januari- September 2018 ini sudah baik. Namun, bukan berarti tidak terus agresif melakukan penjualan hingga akhir tahun.

    Diakuinya, penjualan Daihatsu saat ini sudah bagus. Bahkan sudah meraih pangsa 17 persen, melampaui target 16 persen. “Ini kuartal terakhir. Semua brand berpacu untuk mengejar target penjualan tahun ini. Tidak salah kalau dimulai dengan aktivitas penjualan yang agresif,” tutur Hendrayadi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.