Tata Motors Pamerkan Mobil Otonom Lewat Tata Hexa

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil otonom Tata Hexa sedang dalam pengujian. (Rushlane)

    Mobil otonom Tata Hexa sedang dalam pengujian. (Rushlane)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil berteknologi otonom adalah masa depan industri otomotif. Hampir setiap pembuat mobil terkemuka di dunia sedang mencoba membuat terobosan ke arah ini. Tata Motors, salah satu perusahaan otomotif yang berpusat di Eropa, memamerkan teknologi mobilitas terbarunya melalui sport utility vehicle Hexa.

    Sebagai bagian dari UK Autodrive Project, yang didanai Innovate UK, 15 mitra bekerja sama untuk mengeksplorasi teknologi mobil autonomous, connected, electric, and shared (ACES). Proyek ini mengacu pada Tata Motors European Technical Centre (TMETC), yang menguji coba gen baru Tata Hexa. 

    Baca: Penjualan Pick up Tata Motors Naik Signifikan, Ini Penyebabnya

    TMETC bekerja di R & D, desain dan teknik untuk bisnis kendaraan penumpang Tata Motors di India, dan sekarang berfokus pada lingkungan jalan yang dapat terkendali. 

    Chief Technology Officer Tata Motors Rajendra Petkar mengatakan, di Engineering Research Center (ERC), pihaknya secara aktif melakukan pekerjaan R & D pada Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) serta full vehicle autonomy agar siap untuk masa depan.

    “Kemacetan, polusi udara, dan keselamatan adalah masalah akut di India. Kami merangkul teknologi ini dan tetap berada di garis terdepan dari perkembangan ini,” ujarnya, seperti dilansir Rushlane, Senin, 22 Oktober 2018.

    Ia melanjutkan, teknologi otonom akan menjadi pertimbangan untuk masa depan di India. Dengan dukungan tim yang berbakat di TMETC, uji coba yang dilakukan pada Hexa menghasilkan wawasan yang sangat berharga. “Ke depan, kami berencana untuk memperkenalkan sejumlah fungsi ADAS secara terstruktur dan bertahap,” katanya.

    Baca: Tata Motors Memasok Mobil Dinas Militer India, Ini Sosoknya

    Head of Propulsion TMETC David Hudson mengatakan ini merupakan proyek yang menantang, tapi butuh pengujian teknologi supaya aman di jalan umum. Perusahaan harus memahami pola penggunaan jalan di India dan menerapkan pengetahuan itu untuk proyek ini.  

    “Pengalaman dalam membangun kendaraan otonom memungkinkan kami untuk menguji dan mendemonstrasikan secara aman berbagai fitur, termasuk Green Light Optimal Speed Advisory (GLOSA) dan Electronic Emergency Brake Light (EEBL),” ucapnya.

    RUSHLANE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.