Senin, 19 November 2018

Eurokars Akan Kurangi Impor Mazda pada 2019, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Eurokars Motor Indonesia meluncurkan facelift Mazda CX-9 di Epicentrum Walk, Jakarta pada Sabtu, 20 Oktober 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    PT Eurokars Motor Indonesia meluncurkan facelift Mazda CX-9 di Epicentrum Walk, Jakarta pada Sabtu, 20 Oktober 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Eurokars Motor Indonesia akan mengurangi jumlah impor mobil Mazda pada 2019, dan segera mempercepat studi investasi perakitan kendaraan roda empat di dalam negeri. Presiden Direktur PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) Roy Arman Arfandi mengungkapkan, pihaknya sedang meninjau kembali kuota impor yang dilakukan oleh perusahaan.

    “Saat ini, kami lagi me-review kembali kuota impor kami. Terutama untuk tahun depan, kami juga akan membatasi impor kami sehingga tidak terlalu banyak juga agar mendukung usaha pemerintah mengurangi defisit,” kata Roy di Jakarta, Sabtu 20 November 2018.

    Baca: Mesin Mazda MX-5 Facelift Makin Gahar, Harga Naik Rp 20 Juta

    Dia menjelaskan, impor kendaraan roda empat yang kurang laris kemungkinan dikurangi dari rencana awalnya pada tahun depan. Adapun mobil yang cukup laris terjual akan diusahakan tetap diimpor dengan jumlah yang sudah direncanakan. “Saya mesti cek dulu ke bagian finance, tetapi rasanya sih untuk kuota impor mungkin akan lebih rendah dari target kami,” katanya.

    Eurokars juga sedang mempelajari kemungkinan melakukan perakitan di Indonesia. Saat ini, studi yang tengah dilakukan masih dalam tahap awal diskusi dengan prinsipal di Singapura dan akan didiskusikan dengan Mazda Jepang.

    Perusahaan, ujarnya, mempercepat studi perakitan lokal seiring dengan ada upaya pemerintah menekan impor. Sebelumnya, perusahaan berencana melakukan perakitan lokal setelah target skala keekonomian penjualan tercapai. “Tapi karena ada dorongan pemerintah, kami percepat studi kelayakan melakukan assembling.”

    Baca: Teaser Mazda 3 2019: Bagian Belakang Eksotis Mirip Toyota C-HR

    Studi perakitan di dalam negeri, lanjutnya, kemungkinan selesai kurang dari 2 tahun. Saat ini perusahaan mendatangkan kendaraan roda empat secara utuh atau completely built up (CBU).

    Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, defisit neraca perdagangan otomotif kian melebar pada Juli 2018. Selama 7 bulan pertama tahun ini defisit sektor otomotif menyentuh US$1,06 miliar. Defisit itu melebar cukup dalam dibandingkan dengan defisit pada akhir 2017 yang senilai US$630,83 juta.

    Baca: Mazda CX-5 2019 Akan Pakai Turbo, Desain Berubah Signifikan

    Penjualan ke diler Mazda pada 9 bulan tahun ini berbanding lurus dengan jumlah kendaraan yang diimpor. Adapun penjualan ritel Mazda pada Januari - September tahun ini sebanyak 4.641 unit, lebih tinggi 2.144 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 2.497 unit. EMI menargetkan penjualan mobilnya pada tahun ini 6.000 unit. Mazda CX-5 merupakan model tulang punggung penjualan perusahaan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.