Jokowi Berjanji Resmikan Mobil Esemka Jika Produknya Terealisasi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil pikap terparkir di halaman pabrik mobil Esemka di Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Senin, 22 Oktober 2018. Mobil Esemka digadang-gadang sebagai calon mobil nasional. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    Mobil pikap terparkir di halaman pabrik mobil Esemka di Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Senin, 22 Oktober 2018. Mobil Esemka digadang-gadang sebagai calon mobil nasional. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan mendukung keberlanjutan produksi mobil Esemka. Ia berjanji akan hadir meresmikan Mobil Esemka jika industri benar-benar merealisasikannya. "Tetapi kalau itu jadi saya pasti datang dan akan saya buka karena itu jelas brand dan principal Indonesia," kata dia di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Tangerang, Rabu, 24 Oktober 2018.

    Baca: 2 Sosok Mobil Esemka Pikap, Tampilan Depan Berubah dan Bak Luas

    Bekas Gubernur DKI ini menyebut kelanjutan produksi mobil Esemka kini di tangan pihak industri. Tugas pemerintah hanya mendorong agar mobil tersebut segera uji emisi dan laik jalan. Menurut dia, tidak mungkin seorang presiden yang membuat pabrik sendiri untuk memproduksi mobil Esemka. "Setelah jadi ya diserahkan kepada industri. Mau diproduksi atau tidak produksi, ya bukan urusan kami lagi," katanya

    Jokowi menjelaskan mobil Esemka mulanya merupakan prototipe dari anak-anak Sekolah Menengah Kejuruan di Solo, Jawa Tengah, yang dibantu sejumlah teknisi perusahaan besar. Saat menjabat sebagai wali kota Solo, Jokowi mendukung agar mobil itu lolos uji emisi dan tes laik jalan.

    "Ya kan bagus dan saya saat itu menjadi wali kota hanya mendorong. Jangan dipikir saya yang membuat mobil Esemka," ujarnya.

    Baca: Mobil Esemka Garuda I Lolos Sertifikasi Uji Tipe 5 September 2018

    Jokowi menyampaikan saat ini ia tidak memiliki urusan lagi dengan kelanjutan produksi Mobil Esemka. "Itu urusan orang industri. Urusan saya, urusan apa dengan produksi Esemka? gak ada urusan pemerintah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.