Cara Pelumas Mobil Dukung Pemerintah Soal Pertumbuhan Industri

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Steven Liesar, National Sector Manager General Manufacturing of ExxonMobil Lubricants Indonesia, Lucky Bayu Purnomo, Ekonom dan Pendiri LBP Institute, dan Lukman Hakim, Chief Engineering Service of ExxonMobil Lubricants Indonesia, dalam sesi tanya jawab saat acara media briefing General Manufacturing Seminar 2018 yang diadakan di AYANA Midplaza Jakarta.

    Steven Liesar, National Sector Manager General Manufacturing of ExxonMobil Lubricants Indonesia, Lucky Bayu Purnomo, Ekonom dan Pendiri LBP Institute, dan Lukman Hakim, Chief Engineering Service of ExxonMobil Lubricants Indonesia, dalam sesi tanya jawab saat acara media briefing General Manufacturing Seminar 2018 yang diadakan di AYANA Midplaza Jakarta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil Lubricants Indonesia kembali menggelar General Manufacturing Seminar di Ayana Midplaza Jakarta pada Rabu, 24 Oktober 2018. Acara tahunan ini diadakan perusahaan sebagai wadah bagi para pelaku industri manufaktur untuk berdiskusi dan mencari solusi pelumasan dalam membantu mengatasi tantangan ekonomi terkini, terutama pada saat terjadinya fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

    Baca: Lindungi Konsumen, Kemenperin Wajibkan Pelumas Berstandar SNI

    Presiden Direktur ExxonMobil Lubricants Indonesia, Syah Reza mengatakan, kami menyelenggarakan seminar ini sebagai wujud komitmen berkelanjutan kami dalam mendukung rencana pemerintah Indonesia mendorong pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri. “Meski terkadang luput dari perhatian, pelumas memiliki peran penting dalam membantu perusahaan menjaga kinerja dan produktivitas perusahaan,” ujarnya dalam siaran pers Kamis, 25 Oktober 2018.

    Oleh karena itu, lanjut dia, tim teknisi dan R&D Pelumas Mobil senantiasa melakukan riset dan pengembangan guna menciptakan solusi pelumasan terbaik untuk membantu para pelaku industri menjawab berbagai tantangan termasuk tantangan ekonomi dengan membantu meningkatkan efisiensi biaya perusahaan. 

    “Beberapa mesin utama perusahaan didatangkan dari luar negeri. Mesin-mesin ini tentunya membutuhkan pelumasan yang baik dan tepat untuk dapat bekerja dengan optimal. Jika tidak, perusahaan akan menghadapi sebuah kondisi yang mengharuskan mereka untuk mengimpor sparepart dari negara lain dan menambah biaya tidak terduga. Oleh karena itu, perusahaan dihimbau untuk memahami kebutuhan solusi pelumasan mereka, sehingga mesin dapat bekerja dengan baik,” kata Reza.

    Selama seminar berlangsung, Mobil Lubricants memperlihatkan berbagai produk dan solusi pelumas unggulan seperti Mobil DTE 10 Excel 46, Mobil Vactra, dan Mobilgrease XHP 222. Selain itu, Mobil Lubricants juga memiliki Mobil Serv, sebuah layanan analisis pelumas yang dirancang untuk membantu para pelaku industri dalam mengoptimalkan program pelumasan dan kinerja mesin.

    Baca: AHM Luncurkan Pelumas Sintetis, Usia Tahan Lama dan Bikin Irit

    Mobil Serv Lubricants Analysis mampu memonitor mesin dan mendeteksi kondisi pelumas jika terjadi kontaminasi maupun keausan dini. Melalui layanan ini, para teknisi Mobil Lubricants juga merekomendasikan produk pelumas yang paling tepat bagi setiap bisnis untuk meningkatkan usia mesin, memperpanjang interval pergantian pelumas, dan mengurangi downtime tidak terduga.

    Sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan keamanan dan produktivitas operasional untuk mencapai kinerja maksimal dalam industri manufaktur.                                           


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.