Suzuki Wagon R Listrik Mulai Tes Jalanan di India

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Wagon R menjalani pengujian di jalanan. Sumber: indianautosblog.com

    Suzuki Wagon R menjalani pengujian di jalanan. Sumber: indianautosblog.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Maruti Wagon R EV atau Listrik menggunakan basis spesifikasi generasi baru dari Suzuki Wagon R Jepang yang diperkenalkan pada Februari tahun lalu. Mobil ini telah memulai debutnya di India pada MOVE Summit pada September tahun ini. Ada total 50 prototipe di India, semua dikembangkan oleh Suzuki dan dibangun oleh Maruti Suzuki di fasilitas Gurugram di Haryana dengan kit CKD. Pada 9 Oktober 2018, prototipe ini telah menjalani uji lapangan.

    Baca: Fitur Suzuki Wagon R Ini Bisa Menyingkirkan LCGC Lainnya

    Maruti Suzuki menguji Wagon R EV di beberapa medan dan dalam berbagai kondisi cuaca untuk mendapatkan informasi dan mengumpulkan masukan penting berdasarkan perspektif di lapangan. Namun, mobil bukan model yang final diluncurkan di India. Maruti menggunakan prototipe berdasarkan JDM-spec Wagon R hanya untuk mengembangkan teknologi EV.

    Szuuki Wagon R JDM-spec didukung oleh platform mesin Heartect, yang terlalu mahal. Yang terakhir dan varian listrik murni tidak mungkin untuk meminjam desain dari model Jepang. Prototipe ini diduga menggunakan baterai 72 volt dengan kapasitas 10.25 kWh, namun belum ada konfirmasi dari Maruti.

    Baca: Suzuki Wagon R versi 2019 Akan Mirip Toyota Voxy?

    Prototipe Wagon R EV di sini hanya untuk pengembangan teknologi EV, dan mobil produksi, untuk dibagikan dengan Toyota, akan terlihat sangat berbeda. Laporan menyebutkan bahwa produksi seri Suzuki Wagon R 2019 telah dimulai dan peluncurannya akan berlangsung pada akhir tahun ini. Varian listrik murni akan mengikuti di tahun 2020 sebagai EV pertama buatan Maruti.

    INDIAN AUTOSBLOG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.