Kamis, 22 November 2018

Penjualan Mobil LCGC 2018 Anjlok, 2 Mobil Ini Alami Kenaikan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengambil gambar Daihatsu Sigra yang dipamerkan dalam acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Tangerang, 12 Agustus 2016. Daihatsu Sigra memiliki kapasitas tujuh penumpang untuk memenuhi kebutuhan pasar otomotif nasional di segmen MPV. TEMPO/Fajar Januarta

    Pengunjung mengambil gambar Daihatsu Sigra yang dipamerkan dalam acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Tangerang, 12 Agustus 2016. Daihatsu Sigra memiliki kapasitas tujuh penumpang untuk memenuhi kebutuhan pasar otomotif nasional di segmen MPV. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan mobil Low Cost Green Car (LCGC) atau Kendaraan Hemat Energi dan Harga Terjangkau tercatat mengalami penurunan 6,13 persen pada 9 bulan tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi pasar dinilai mulai stabil setelah pada tahun lalu terdongkrak akibat model baru.

    Baca: Penjualan Mobil LCGC Mulai Meredup, Ini Penyebabnya

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota sebagai salah satu pemimpin pasar tercatat lebih rendah 14,56 persen. Selain Toyota, Suzuki dan Datsun juga mengalami penurunan masing-masing 6,23 persen dan 10,01 persen. Adapun Daihatsu dan Honda tercatat mengalami pertumbuhan penjualan ke dealer atau wholesales masing-masing positif 2,41 persen dan 1,85 persen.

    Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota Astra Motor (TAM) mengungkapkan, penurunan wholesales yang terjadi lantaran tahun ini memasuki masa stabil bagi penjualan Kendaraan Bermotor Hemat Energi Dan Harga Terjangkau (KBH2). “Dan diprediksi akan tetap stabil sampai akhir 2018,” kata Henry kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

    Dia menjelaskan, pasar penjualan ke dealer LCGC memang menunjukkan yang tertinggi pada 2016 dan 2017. Kondisi tersebut dapat terjadi lantaran terdapat model baru Sigra dan Calya yang diluncurkan. Kedua model baru tersebut, lanjutnya mendapatkan respon positif dari pasar, dan dampak dari periode peluncuran kedua produk tersebut masih dirasakan sampai 2017.

    Perusahaan, Henry melanjutkan, menargetkan dapat mempertahankan rata-rata wholesales saat ini, yaitu 7.700 unit per bulan sampai akhir tahun atau berada pada kisaran 93.000 unit.

    Baca: Fitur Suzuki Wagon R Ini Bisa Menyingkirkan LCGC Lainnya

    Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto, mengungkapkan, pihaknya berharap penjualan KBH2 sepanjang akhir tahun ini tidak jauh berbeda dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu. “Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa mirip dengan tahun lalu,” kata Jongkie, Kamis 25 Oktober 2018.

    Dia mengingatkan, pangsa pasar mobil tersebut mencapai 22 persen dari total penjualan secara nasional sepanjang tahun lalu. Sementara pada Januari—September tahun ini, pangsa pasarnya mencapai 20 persen.

    Tidak hanya itu, lanjutnya rata-rata penjualan kendaraan tersebut juga mencapai 225.000 unit per tahun yang menunjukkan kinerja KBH2 cukup memuaskan di dalam negeri.

    Sebelumnya, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy, mengungkapkan, pangsa pasar LCGC dan city car di dalam negeri terus menunjukkan peningkatan sejak pertama kali ada.

    Baca: Datsun Akan Kembangkan Segmen City Car, LCGC Tak Ditinggalkan

    Tidak hanya itu, KBH2 dan city car telah menjadi pangsa pasar kedua terbesar dari total penjualan kendaraan di dalam negeri dalam satu tahun. Oleh karena itu, prospek pasar kendaraan tersebut cukup bagus dan optimistis dengan penjualan all new Brio yang diluncurkannya.

    HPM menargetkan, penjualan all new Brio yang diluncurkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di BSD, Tangerang, Banten berada pada kisaran 4.000—5.000 unit per bulan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.