Kamis, 22 November 2018

AHM Umumkan Harga Resmi Honda Forza Rp 76,5 Juta

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Forza 250 cc meluncur di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. (AHM)

    Honda Forza 250 cc meluncur di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. (AHM)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) mengumumkan harga resmi Honda Forza yang berdesain mewah yang masuk segmen premium ini dipasarkan dengan harga Rp 76,5 juta (on the road DKI Jakarta). Harga resmi Honda Forza yang dirilis AHM ini menjawab penantian dan rasa penasaran para pecinta skutik prestisius.

    Honda Forza pertama kali ditunjukkan di depan publik pada momen Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, pada Agustus lalu. Sejak ajang tersebut, ratusan pecinta skutik mewah menyatakan minat tingginya untuk memiliki Honda Forza. Animo tinggi ini ditandai dari jumlah pemesanan yang telah mencapai 889 unit hanya dalam periode 2 bulan.

    Baca: Honda Forza dan Super Cup 125 Hanya Bisa Diservis di Wing Dealer

    Marketing Director AHM Thomas Wijaya mengatakan harga resmi Honda Forza ini mencerminkan fitur, teknologi, kemewahan, dan kesenangan yang akan didapat konsumen melalui skutik besar yang sarat teknologi ini. Sepeda motor ini menyuguhkan kebanggaan dan akan menjadi ikon prestisius baru di segmen skutik premium 250 cc. 

    ”Saat ini, semakin banyak pecinta motor skutik premium di Indonesia. Honda Forza hadir untuk memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap sepeda motor sarat teknologi tinggi dan gengsi,” ujar Thomas.

    Honda Forza hadir dengan desain mewah dan sporty, didukung performa papan atas mesin berteknologi terkini. Posisi berkendara memanjakan pengendara dengan kenyamanan ekstra pada sektor kaki. Kesan agresif disuguhkan melalui beberapa desain bodi berlekuk tajam pada sejumlah area. Penyematan teknologi lampu LED di semua titik pencahayaan semakin memperkuat kesan canggih dan prestisius.

    Electrical Adjustable Windscreen pada Honda Forza menjadi fitur pertama di kelasnya. Fitur ini berfungsi mengatur ketinggian windshield demi pengalaman berkendara yang semakin nyaman dan menyenangkan. Ukuran boks penyimpanan di balik jok cukup besar, sanggup menyimpan dua helm dan barang bawaan lainnya.

    Honda Forza juga dilengkapi Honda Selectable Torque Control (HSTC) sebagai pengontrol traksi yang berfungsi mencegah terjadinya ban slip. Kebanggaan memiliki skutik premium ini diperkuat melalui fitur kombinasi digital panelmeter yang informatif dan lengkap dengan aksen krom mewah di sisi spidometer.

    Baca: Honda Forza Sudah Bisa Dipesan, Ini Jadwal Pengirimannya

    Sederet informasi penting tampil dari dari digital panelmeter tersebut. Di dalamnya terdapat info indikator HSTC, indikator perawatan, trip meter, indikator konsumsi bahan bakar, kecepatan dan RPM, tentu akan membantu pengendara mendapatkan informasi akurat tentang kondisi sepeda motor.

    Model global skutik besar Honda ini mengusung mesin berperforma tinggi di kelasnya, yakni 250 cc SOHC berpendingin cairan PGM FI. Jantung pacu ini sanggup mengeluarkan tenaga maksimum 17,3 kW @7500 rpm.

    Kenyamanan berkendara didukung ban tubeless ukuran 120/70 dengan ring 15 M/C (depan) dan 140/70 dengan ring 14 M/C (belakang). Pada bagian pengereman, Forza dibekali cakram depan dan belakang yang menggunakan sistem ABS 2 Channel.

    Model ini juga dilengkapi Honda Smart Key System yang terintegrasi dengan alarm anti maling dan Answer Back System. Ada DC socket pada rak bagian depan demi mendukung mobilitas pengendara. Fitur pendukung seperti passing lamp dan lampu hazard juga menjadi salah satu kelebihan.

    Honda Forza tersedia dengan tiga warna eksklusif, yaitu Pearl Horizon White, Sword Silver Metallic, dan Mat Gunpowder Black Metallic. AHM siap melakukan distribusi mulai pertengahan November 2018. "Konsumen yang inden di IMOS akan datang semester empat," kata Thomas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.