Senin, 19 November 2018

Diecast Langka Mitsubishi Lancer Ini Dijual Rp 2,5 Juta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diecast Mitsubishi di Indonesia Diecast Expo 2018. 3 Oktober 2018. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    Diecast Mitsubishi di Indonesia Diecast Expo 2018. 3 Oktober 2018. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Tangerang - Indonesia Diecast Expo atau IDE 2018 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD menyuguhkan berbagai macam bentuk dan jenis diecast.

    Seperti Mitsubishi Lancer Diecast Indonesia (MLDI), di booth ini diecast yang di jual adalah Lancer, salah satu mobil paling populer dari Mitsubishi.

    "Sebenarnya komunitas ini sudah berdiri sejak satu tahun yang lalu, untuk member di group akun facebook sudah ada 600 orang sedangkan yang follow sudah 2 ribu orang," kata founder MLDI Fery Zulfahmi, Sabtu, 3 November 2018.

    Baca: Pengunjung Padati Diecast Expo 2018 di ICE BSD

    Menurut Fery, yang tergabung di komunitas ini ada penyuka diecast Mitsubishi Lancer tetapi tidak memiliki mobil aslinya dan yang sebaliknya, mempunyai mobil aslinya serta memiliki diecast yang sama dengan mobilnya.

    Sementara Aceng, kolektor di komunitas MLDI mengatakan dalam IDE ini, ia menjual diecast yang terbilang rare item, pasalnya ia menjual diecast dengan skala 1:64 Mitsubishi Lancer dari Kahla yang dibuat hanya 10 unit di dunia.

    Baca: Kompetisi Kustom Akan Semarakkan Indonesia Diecast Expo

    "Saya jual semua skala kalau yang rare item ini limited edition harganya Rp 2,5 juta soalnya hanya dibuat 10 unit didunia," ujarnya.

    Menurut Aceng pembeli diecast rare item  atau diecast yang terbilang jarang di pasaran pembelinya dari kolektor, dan kalau anak kecil dibelikan oleh orang tuanya yang harganya tidak mahal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.