Pabrik Wuling Motors Indonesia Siap Produksi SUV Baojun 530

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Motors Indonesia memperkenalkan SUV Wuling atau yang dikenal sebagai Baojun 530 di pameran otomotif GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Wuling Motors Indonesia memperkenalkan SUV Wuling atau yang dikenal sebagai Baojun 530 di pameran otomotif GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaWuling Motors Indonesia memastikan akan memproduksi SUV pada semester I/2019. Penambahan model kendaraan itu membuat pabrik Wuling di Cikarang bakal memproduksi tiga model kendaraan setelah kendaraan mutliguna dan komersial yang telah diproduksi pada tahun ini.

    Vice President Vehicle Sales, Service and Marketing Wuling Motors Cindy Cai mengatakan, pabrik Wuling di Cikarang akan kendaraan sport utility vehicle (SUV) pada semester I/2018. Penambahan line up produksi tersebut menjadi tanda keseriusan pabrikan untuk menghadirkan lebih banyak pilihan kepada konsumen di Tanah Air.

    "Kami tahun depan akan ada SUV, jadi kami sekarang punya tiga produk nanti tambah SUV sehingga memberikan banyak pilihan kepada konsumen di Indonesia. Kami sebisa mungkin semester pertama," ujarnya di Jakarta baru-baru ini.

    Baca: Baojun 530 Akan Masuk Indonesia, Ini Rapor Penjualannya di Cina

    Cindy menjelaskan, saat ini Wuling sedang melakukan serangakaian uji coba terhadap kendaraan SUV tersebut. Hal itu bertujuan memberikan produk yang bertanggung jawab kepada konsumen sehingga dapat diterima pasar Indonesia.

    Terkait harga, dia menjelaskan, Wuling bakal terus berupaya memberikan produk yang sesuai dengan value for money. Konsumen klaimnya dapat menerima barang dengan kualitas yang sesuai dengan harga yang ditawarkan.

    "Kami tidak ingin konsumen rugi karena bayar terlalu tinggi atau lebih," tambahnya.

    Sebelumnya, Wuling pernah memamerkan salah satu SUV bernama Baojun 350 pada ajang GIIAS 2018, Agustus lalu. Kala itu respon pengunjung cukup positif sehingga mendorong pabrikan Tiongkok ini untuk melakukan kajian lebih mendalam guna menghadirkan kendaraan SUV tersebut.

    Bisnis mencatat, SUV yang dipajang pada GIIAS tersebut memiliki fitur anti-lock braking system (ABS), electronic brake-force distribution (EBD), dan brake assist (BA). ABS adalah sistem pengereman canggih untuk membantu mencegah roda terkunci dan kehilangan kendali ketika mengerem di atas permukaan jalan yang licin.

    SUV tersebut juga memiliki fitur electronic stability control (ESC) guna menjaga kestabilan berkendara secara otomatis ketika adanya indikasi pengemudi mengalami kehilangan kendali. Fitur lainnya adalah hill hold control (HHC), electric parking brake (EPB), electric sunroof, dan panoramic roof panel.

    Baca: Diperkenalkan di GIIAS 2018, Baojun 530 Belum Dijual

    Kendaraan Wuling SUV ini memiliki tipe mesin 4 silinder, segaris DOHC, turbocharged, DVVT. Kemudian, ukuran kubikasi mesinnya sebesar 1.451 cc. Tenaga maksimal yang dimiliki oleh kendaraan bermotor mobil itu mencapai HP 147/5.500 rpm dengan torsi maksimal Nm 230/ 2.000—3.800 rpm.

    Brand Manager Wuling Motors Dian Asmahani menambahkan, Wuling berkomitmen untuk jangka panjang sehingga bakal menghadirkan lebih banyak produk selain MPV dan komersial. Namun, Wuling belum tertarik untuk masuk ke segmen kendaraan ramah lingkungan dan harga terjangkau.

    "LCGC belum, tahun depan fokusnya SUV," tambahnya.

    Baojun 530 menjadi SUV medium pesaing Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero serta Nissan Terra. Di Kolombia, Baojun 530 berganti emblem menjadi Chevrolet Captiva model terbaru. Ini tak mengherankan, sebab Wuling memiliki kerja sama pengembangan mobil dengan pabrikan Amerika Serikat, General Motors yang menaungi brand Chevrolet. Bukan tidak mungkin Baojun 530 bakal menjadi model terbaru dari Captiva di sejumlah negara. Di Indonesia? Mungkin akan meluncur dengan dua brand dengan pusat produksi di Cikarang. 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.