Ikut Reli Dakar, Mobil Listrik Blits Jalani Uji Coba 15.000 KM

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil listrik Blits akan melakukan uji coba jelajah nusantara sejauh 15.000 kilometer untuk mengikuti ajang Rally Dakar di Argentina. TEMPO/Wisnu Andebar

    Mobil listrik Blits akan melakukan uji coba jelajah nusantara sejauh 15.000 kilometer untuk mengikuti ajang Rally Dakar di Argentina. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil listrik karya anak bangsa hasil kolaborasi dua perguruan tinggi antara Universitas Budi Luhur dan ITS (Blits)akan melakukan uji coba jelajah nusantara sejauh 15.000 kilo meter. Uji coba ini dimulai pada Rabu, 14 November 2018 sebagai bentuk persiapan untuk mengikuti ajang Reli Dakar di Argentina.

    Bertema PLN Blits Explore Indonesia, perjalanan dimulai dari ITS Surabaya, Budi Luhur Jakarta, Medan, Aceh, Sabang, Pontianak, Sampit, Balikpapan, Samarinda, Makasar, Kendari, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Marauke, Kupang, Labuan Bajo, Bima, Mataram, Bali, Banyuwangi, dan finis di Surabaya.

    Baca: Universitas Budi Luhur dan ITS Garap Mobil Listrik Reli Dakar

    Mobil listrik Blits akan melakukan uji coba jelajah nusantara sejauh 15.000 kilometer untuk mengikuti ajang Rally Dakar di Argentina. TEMPO/Wisnu Andebar

    Ketua Badan Pengurus yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro mengatakan, Blits merupakan inovasi mobil listrik yang dilahirkan dari anak bangsa. Maka kami targetkan untuk mengikuti Reli Dakar dengan spesifikasi canggih dan ketahanan yang mumpuni.

    “Blits didesain untuk Rally Dakar Argentina mulai dari tubular sasis, bentuk bodi, motor elektrik, hingga ketahanan baterai. Untuk bisa mengikuti Rally Dakar, maka diadakan uji coba bertema PLN Blits Explore Indonesia ini sejauh 15.000 kilo meter,” ujarnya saat konferensi pers di Universitas Budi Luhur pada Senin, 12 November 2018.

    Mobil listrik Blits akan melakukan uji coba jelajah nusantara sejauh 15.000 kilometer untuk mengikuti ajang Rally Dakar di Argentina. TEMPO/Wisnu Andebar

    Rektor Universitas Budi Luhur, Didik Sulistyanto menambahkan, kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi, karya inovasi kreatif ini ditunggu-tunggu oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan daya saing bangsa.

    Baca: Kisah Pencurian Motor Balap Selama Kejuaraan Reli Dakar

    “Dengan adanya mobil listrik Blits karya Universitas Budi Luhur dan ITS, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dan dosen untuk melahirkan mobil listrik,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.