Chevrolet Mendongkrak Penjualan Lewat Cicilan Rp 2 Juta per Bulan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warna baru Chevrolet Trax Copper. Sumber: antara

    Warna baru Chevrolet Trax Copper. Sumber: antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Chevrolet, produsen mobil asal Amerika Serikat (AS) menggelar berbagai promo untuk pembelian mobil dengan uang muka dan cicilan rendah. Melalui siaran persnya, PT General Motor Indonesia (GMI)--APM Chevrolet Indonesia-- mengadakan program Mall-to-Mall Exhibition yang digelar langsung di enam pusat perbelanjaan mulai 6 November hingga 16 Desember 2018.

    Baca: Chevrolet Orlando 2019 Tak Lagi Mengkotak, Muka Mirip Toyota C-HR

    Donald Rachmat, General Director Sales & Network GM Indonesia, mengatakan, program ini digulirkan untuk memberikan kesempatan konsumen mendapatkan pengalaman secara langsung dan merasakan kecanggihan teknologi serta kenyamanan fitur-fitur mobil Chevrolet.

    Konsumen juga bisa melakukan test drive sebelum membeli mobil yang diinginkan. “Melalui program spesial akhir tahun 2018 ini, kami berharap dapat semakin menarik antusiasme masyarakat, terutama konsumen setia kami terhadap produk-produk Chevrolet yang telah lama menjadi bagian dari keluarga Indonesia,” ungkap Dondald, Sabtu 10 November 2018.

    Baca: Promosikan Spark, Chevrolet Gelar Lomba Video bagi Gen Milenial

    Penawaran yang dilakukan Chevrolet kepada konsumen mulai dari pilihan down payment (DP) rendah Rp 30 jutaan atau cicilan ringan hanya Rp 2 jutaan per bulan. Melalui promo ini konsumen bisa memiliki Chevrolet Spark dengan DP Rp 30 jutaan atau cicilan mulai dari Rp 2 jutaan/bulan atau dengan DP sebesar itu konsumen bisa membawa pulang Chevrolet Trax Premier DP sebesar Rp 30 jutaan atau cicilan mulai dari Rp 3 jutaan tiap bulan,

    Program Mall to Mall akan dimulai di Central Plaza, kemudian Tangerang, Bandung dan akan berakhir di Mall Kelapa Gading pada 16 Desember mendatang.

    SWA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.