Mobil Listrik Blits Maksimalkan Komponen Lokal

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil listrik Blits akan melakukan uji coba jelajah nusantara sejauh 15.000 kilometer untuk mengikuti ajang Rally Dakar di Argentina. TEMPO/Wisnu Andebar

    Mobil listrik Blits akan melakukan uji coba jelajah nusantara sejauh 15.000 kilometer untuk mengikuti ajang Rally Dakar di Argentina. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil listrik hasil kolaborasi Universitas Budi Luhur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang disebut Blits akan diuji coba mulai Rabu, 14 November 2018 dengan melakukan jelajah nusantara sejauh 15.000 kilometer.

    Mobil ini diklaim sudah menggunakan komponen dalam negeri seperti bodi, sasis, velg, dan battery management system.

    Baca: Ikut Reli Dakar, Mobil Listrik Blits Jalani Uji Coba 15.000 KM

    “Masih ada beberapa yang impor, namun proses engineering dilakukan bersama antara Universitas Budi Luhur dan ITS. Semua kami riset sendiri dan fokus untuk bagian bodi, sasis, velg merupakan part dalam negeri,” kata Ketua Tim Project Blits sekaligus Dosen Teknik Mesin ITS, Muh Nur Yuniarto di Jakarta pada Senin, 12 November 2018.

    Ia melanjutkan, battery management system sudah buat sendiri, namun baterainya menggunakan LG dari Cina. “Berdasarkan pengalaman kami, baterai ini sudah lolos uji kualitas dan tim kami juga sudah melakukan cek,” ujarnya.

    Baca: Mobil Listrik Blits Diklaim Bisa Menempuh 300 KM Sekali Charging

    Menurut dia, untuk bagian mesin dan isinya masih impor, tapi gerobaknya (rangka) sudah bisa buat sendiri karena karoseri dalam negeri sudah sangat pintar membuatnya.

    “Mesin, transmisi, dan sel baterai masih impor, sedangkan untuk baterai packing sudah buat sendiri,” kata Nur.

    Melalui kolaborasi ini, lajut dia, bisa terjadi transfer knowledge antara ITS dan Budi Luhur, sehingga network pengembangan mobil listrik di Indonesia bisa semakin luas. Semakin banyak yang berperan di dalamnya, semakin cepat kemajuannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.