Pelumas Sering Menjadi Obyek Pemalsuan, Begini Modusnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan kontrol kualitas (quality control) produk pelumas di Production Unit Jakarta Pertamina Lubricants di Jakarta, 28 Oktober 2016. PT Pertamina Lubricants memiliki total kapasitas lebih dari 535 juta liter per tahun untuk pasar domestik dan internasional. ANTARA/Andika Wahyu

    Petugas melakukan kontrol kualitas (quality control) produk pelumas di Production Unit Jakarta Pertamina Lubricants di Jakarta, 28 Oktober 2016. PT Pertamina Lubricants memiliki total kapasitas lebih dari 535 juta liter per tahun untuk pasar domestik dan internasional. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) menjelaskan beberapa modus produk pelumas palsu atau oli palsu. Pelumas palsu ada berbagai macam modus. Modus pertama adalah pelumas dengan kualitas lebih rendah lalu ditempel merek lain tanpa hak atau persetujuan.

    "Biasanya kualitas pelumas itu kurang bagus lalu dijual dengan menempelkan merek lain tanpa sepengetahuan dan hak dari merek yang dipalsukan," kata Ketua MIAP, Justisiari P. Kusumah di Jakarta pada Kamis, 15 November 2018.

    Baca: MIAP: Pemalsuan Produk Otomotif Merugikan hingga Rp 65,1 Triliun

    Modus kedua, lanjut dia, adalah daur ulang oli bekas yang disuling. Sehingga kelihatan bagus lagi, bahkan sering kali menjadi lebih jernih dari yang asli.

    Menurut Justisiari, kalau dicek laboratorium menggunakan mikroskop akan terlihat kandungan partikel besi yang bisa merusak mesin. Kalau secara kasat mata memang bagus dan bening, mereka pakai campuran kimia supaya terlihat seperti itu.

    "Alhasil ketika digunakan pada sepeda motor atau mobil bisa menyebabkan mesin rontok atau jangka waktu pakai kendaraan berkurang, misalnya bisa awet hingga 3 tahun, ini hanya jadi satu tahun," ujarnya.

    Baca: Terlanjur Pakai Oli Palsu, Begini Cara Mengatasinya

    Ketiga, yang lebih parah lagi adalah pelumas hasil recycle tapi disimpan dan dimasukan ke dalam botol asli. Ia menjelaskan, kebanyakan oli sekarang merupakan hasil daur ulang. Namun, sepanjang mencantumkan keterangan dan memiliki hak itu tidak masalah, biar konsumen yang memilih.

    "Jadi konsumen memang harus pandai juga, jangan hanya tergiur harga murah lalu memilih barang itu," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Olahraga Pada Puasa Ramadan Saat Pandemi, Dapat Mencegah Infeksi Covid-19

    Olahraga saat puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Latihan fisik dapat mencegah infeksi Covid-19 saat wabah masih berkecamuk di Ramadan 1442 H.