Onderdil Fast Moving Diklaim Paling Banyak Mengalami Pemalsuan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus menunjukkan barang bukti tindak pidana bidang perindustrian di Polda Metro Jaya, Jakarta, 18 Februari 2016. Tersangka memproduksi suku cadang palsu ini selama 7 tahun. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus menunjukkan barang bukti tindak pidana bidang perindustrian di Polda Metro Jaya, Jakarta, 18 Februari 2016. Tersangka memproduksi suku cadang palsu ini selama 7 tahun. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Peredaran produk palsu yang paling banyak dipalsukan adalah dari sparepart yang sifatnya fast moving seperti disc brake, kampas kopling, timing belt, kampas rem, dan lain-lain.

    "Jadi sparepart untuk pemakaian yang sering diganti secara berkala atau fast moving merupakan yang paling banyak dipalsukan," ujar Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan MIAP, Justisiari P. Kusumah di Jakarta pada Kamis, 15 November 2018.

    Baca: Tips Membedakan Barang Asli Shock Breaker Ohlins dan Palsu

    Modus pemalsuan suku cadang juga beragam ada Kw 1, Kw2, sampai Kw4. Ada yang memang barang baru ada juga barang refurbished.

    "Kembali lagi sepanjang tidak menggunakan merek orang lain dan kondisi barang diinformasikan secara transparan kepada konsumen, itu 100 persen hak konsumen mau beli atau tidak," kata dia.

    Ia melanjutkan, kita tidak bisa mencegah konsumen yang ingin harga murah dengan risiko yang akan dialaminya. Konsumen punya hak sepenuhnya, apakah dia mau menggunakan barang kw silahkan, pakai barang recycle juga dipersilahkan.

    Simak: Waspadai Penggunaan Oli Palsu, Bisa Kuras Dompet Rp 1 Juta

    "Sepanjang produk tidak menggunakan merek dagang lain itu tidak masalah, yang jadi masalah ketika menggunakan merek pihak lain tanpa persetujuan pemilik merek. Hal ini bisa dilakukan upaya ke jalur hukum," ujarnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.