Terios 7 Wonders: Asal Mula Nama Pantai Pintu Kota di Ambon

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu peserta tim ekspedisi Terios 7 Wonders menguji adrenalin dalam menjajal aktivitas 'rapeling' di Pantai Pintu Kota, Ambon, 15 November 2018. (ADM)

    Salah satu peserta tim ekspedisi Terios 7 Wonders menguji adrenalin dalam menjajal aktivitas 'rapeling' di Pantai Pintu Kota, Ambon, 15 November 2018. (ADM)

    TEMPO.CO, Ambon - Ekspedisi Terios 7 Wonders bertajuk Moluccas Next Chapter yang digelar PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tiba di Pantai Pintu Kota, Kota Ambon, Kamis, 15 November 2018. Ini adalah destinasi kelima tim Ekspedisi Terios 7 Wonders menjelajah tiga pulau di Provinsi Maluku yakni Pulau Buru, Pulau Ambon, dan Pulau Seram, 10-18 November 2018.

    Perjalanan menuju ke pantai Pintu Kota terbilang cukup terik, namun dengan dukungan dari Digital Auto AC yang mengatur suhu kabin Daihatsu Terios lebih presisi menjadikan ekspedisi ini terasa lebih nyaman selama diperjalanan.

    Baca: Ekspedisi Terios 7 Wonders 2018 Tiba di Kota Ambon

    Tiba di Pantai Pintu Kota, tim ekspedisi langsung disambut oleh Heri Tumanseri De Fretes, yang akrab dipanggil dengan sebutan Oma Heri selaku pengelola pantai tersebut. Pantai yang dikelola oleh masyarakat Desa Airlow ini, memiliki cerita tersendiri tentang asal muasal terbentuknya nama pantai ini.

    Menurut Oma Heri, pada ratusan tahun lalu saat seorang lurah di desa tersebut marah dikarenakan warganya yang terus berselisih. Kejadian tersebut membuat dirinya marah dan menendang pintu rumahnya hingga pintu tersebut terpental ke bibir pantai lalu menabrak karang yangmenyebabkan karang tersebut berbentuk seperti pintu, sehingga dinamakanlah pantai itu Pintu Kota.

    Meskipun Pantai Pintu Kota penuh dengan cerita mistis, namun keindahan pantai dan bawah lautnya membuat takjub tim ekspedisi, serta pecinta aktivitas cave-dive dari dalam negeri dan mancanegara. Selain itu, tim ekspedisi juga melakukan rapeling, yakni menuruni puncak pintu kota ke dasar karang dengan tinggi kurang lebih 25 meter. Aktivitas ini membuat setiap anggota tim terpacu adrenalinnya.

    Baca: Terios 7 Wonders 2018: Menikmati Keindahan Danau Rana

    Saat matahari mulai terbenam, tim ekspedisi bergegas pulang. Saat perjalanan pulang, Terios dengan fitur Auto Head Lamp, yakni tuas lampu pada posisi auto, membuat lampu otomotis menyala saat kondisi sekitar sedang gelap, sehingga semakin menambah kenyamanan dan keamanan tim saat berpetualang menjelajahi Maluku.

    Simak laporan perjalanan menjelajah obyek wisata menarik di Provinsi Maluku melalui ekspedisi Terios 7 Wonders di Tempo.co dan gooto.com.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.