Kasus Penangkapan Carlos Ghosn, Saham Nissan Anjlok

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Carlos Ghosn, Chairman and CEO of the Renault-Nissan Alliance, berpose dengan mobil listrik Renault K-ZE saat peluncuran mobil tersebut di acara

    Carlos Ghosn, Chairman and CEO of the Renault-Nissan Alliance, berpose dengan mobil listrik Renault K-ZE saat peluncuran mobil tersebut di acara "The Electrical Revolution: The Story Continues" dalam pembukaan Paris Auto Show di Paris, Prancis, 1 Oktober 2018. REUTERS/Benoit Tessier

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham Nissan Motor Co rontok 6 persen pada perdagangan hari ini sehari usai bos Nissan, Carlos Ghosn ditangkap karena dugaan pemalsuan laporan gaji dan penggunaan uang perusahaan untuk tujuan pribadi.

    Baca: Carlos Ghosn Punya Jabatan di Aliansi, Ini Tindakan Mitsubishi

    Saham perusahaan anjlok karena kekhawatiran investor terhadap masa depan produsen mobil nomor dua terbesar di Jepang dan aliansinya. Apalagi, Ghosn dipastikan akan ditendang dari kursi dewan pada pekan ini sebagaimana dikutip Reuters, Selasa 20 November 2018. Persoalannya, secara pribadi, Ghosn dikenal andal dalam kepemimpinannya di Nissan dan membentuk ikatan yang kuat dengan aliansi bisnisnya.

    CEO Nissan Hiroto Saikawa mengakui Ghosn memegang kendali dalam kepengurusannya di Renault dan Nissan sejak 2005 silam. Jaksa mensinyalir Ghosn dan Direktur Perwakilan, Greg Kelly telah bersekongkol untuk mengecilkan kompensasi yang diterimanya selama lima tahun sejak 2010. Namun demikian, belum ada komentar dari Ghosn atau Kelly atas tudingan tersebut.

    Baca: Kasus Carlos Ghosn Tidak Pengaruhi Hubungan Renault - Mitsubishi

    Saham Nissan diperdagangkan turun 5,5 persen ke level terendahnya 940 yen dari 950,7 yen. Sementara, saham Mitsubishi Motors Corp, turun 6 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.