Promo Harga Kawasaki Ninja 250SL dari Medan hingga Ternate

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warna Baru Kawasaki Ninja 250SL

    Warna Baru Kawasaki Ninja 250SL

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) menghadirkan Ninja 250SL 2018 dengan warna dan gafis baru. Soal harga, Kawasaki memberikan Promo Price Ninja 250 SL yang tersedia di seluruh Indonesia.

    Untuk Jabodetabek dibanderol Rp 36,8 juta, Medan Rp 38,8 juta, Pekanbaru Rp 37,5 juta, Jambi Rp 37 juta, Bangka Rp 37,3 juta, Padang Rp 37,1 juta, Palembang Rp 37 juta, Lampung Rp 38,6 juta, Bandung Rp 36,7 juta, Solo Rp 38,2 juta, Semarang Rp 38,3 juta.

    Baca: Kawasaki Ninja 250SL Hadir dengan Warna Baru, Harga Rp 36,8 Juta

    Yogyakarta Rp 37,8 juta, Surabaya Rp 37,2 juta, Bali Rp 38,2 juta, Pontianak Rp 38,1 juta, Kalimantan Selatan Rp 38 juta, Kalimantan Tengah Rp 39,2 juta, Balikpapan Rp 39,1 juta, Makassar Rp 38,8 juta, Manado Rp 38,5 juta, dan Ternate Rp 39,8 juta. Harga tersebut merupakan harga on the road.

    Warna baru yang tersedia adalah merah dan hitam, terdapat perbedaan grafis pada bagian cowling yang memberikan kesan yang menawan. Warna merah terbaru bernuansa marun membuatnya menjadi terlihat lebih elegan.

    Sementara untuk warna hitam terlihat lebih sangar dengan warna dan nuansa yang mirip dengan Ninja H2. Sedangkan pada sektor mesin tidak mengalami perubahan.

    Baca: Kawasaki Ninja 250 Kini Sudah Keyless, Harga Mulai Rp 61 Jutaan

    Motor ini dibekali mesin 250cc single silinder yang mampu menghasilkan 28 PS pada 9.700 rpm dan torsi maksimal 22,6 Nm pada 8.200 rpm.

    Menggunakan rangka tralis original, Ninja 250SL menawarkan performa sporty dalam paket kompak yang ringan dan ramping. Membuat motor ini memiliki performa kompetitif, kencang, handling ringan, dan egronomi agresif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.